Politik
·
8 Juli 2018 15:23

Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76530)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
Jauh dari Mausoleum OG Khouw yang megah di Petamburan, terdapat sebuah petak tanah yang diisi dengan nisan berabjad Ibrani. Tepatnya di Blad 10, TPU (Tempat Pemakaman Umum) Petamburan, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Nisan-nisan tersebut menjadi pertanda komunitas Yahudi sudah hidup di Indonesia sejak lama, atau setidaknya numpang dimakamkan di Indonesia. kumparan lalu mencoba mengunjungi sepetak tanah, yang dikenal oleh warga setempat sebagai petak Yahudi di TPU Petamburan itu.
Makam Yahudi tersebut memiliki perbedaan dengan makam mayoritas umat Kristiani yang banyak dijumpai di tempat tersebut.
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76531)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
Jika makam Kristiani memiliki nisan yang menjulang, paling tidak setinggi 50 sentimeter, Makan Yahudi hanya berbentuk prisma memanjang, dengan ukuran 1,5 meter saja. Pada Blad 10 tersebut tinggal tersisa 5 makam saja, 4 berbentuk Prisma panjang dan 1 buah makam dengan nisan kotak. Juga, terdapat nomor pada makam tersebut.
Tak hanya itu, nisan ini juga menggunakan aksara Ibrani lengkap dengan Bintang David sebagai penandanya. 2 makam tertera aksara latin, yakni makam milik Sassoon Saul Aaron yang meninggal pada 17 Desember 1941 dan J.E Ballas yang meninggal pada 4 Maret 1943. Sementara 3 makam lainya menggunakan aksara Ibrani, di antaranya 1 makam memiliki nisan yang telah terkikis.
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76532)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
Berbicara mengenai kondisi makam, kata miris adalah yang pertama terlintas. Pasalnya, rumput liar mulai merambati nisan tersebut ditambah lagi, makam tersebut sempat digunakan untuk membakar sampah, terbukti dari sisa bakaran yang bisa di.
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76533)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
kumparan mencoba bertanya kepada 2 orang petugas makam, yang kebetulan ditemui di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
“Hanya sesekali kami bersihkan, sudah tidak ada yang menjenguk. Kami rasa makam sudah ditinggalkan oleh keluarganya,” ucap petugas Makam yang enggan disebutkan namanya, di TPU Petamburan, Minggu (8/7).
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76534)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
“Kan bisa Anda lihat, itu sudah berpuluh-puluh tahun. Belum pernah saya lihat ada yang ziarah,” imbuhnya.
Makam tersebut merupakan salah satu bukti bahwa umat Yahudi pernah ada di Indonesia, --dan hingga kini masih ada--, meskipun para pemeluk agama Yudaisme tersebut tidak diakui di Indonesia.
Hampir bisa dipastikan, beberapa makam di Petamburan, merupakan salah satu dari jutaan tempat di Indonesia yang memajang Bintang David sebagai penunjuknya.
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76535)
Kondisi beberapa makam umat Yahudi di TPU Petamburan, Jakarta Barat (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
Dikutip dari Wikipedia, keberadaan Yahudi di Indonesia sudah sejak lama, yaitu sejak abad ke19. Lalu pada tahun 1859 seorang pengelana Yahudi bernama Jacob Saphir mengungkap adanya komunitas Yahudi di Batavia dan Semarang berjumlah sekitar 20 orang.
ADVERTISEMENT
Komunitas Yahudi itu berkembang mencapai 2.000 orang yang kini berada di bawah "The United Indonesian Jewish Community" (UIJC). Organisasi ini diresmikan pada bulan Oktober tahun 2010. UIJC ini dipimpin oleh keluarga Benjamin Meijer Verbrugge.
Sebagai catatan, Yahudi bukanlah agama yang diakui di Indonesia.
Mengunjungi Makam Yahudi di Petamburan  (76536)
Pemeluk Yahudi (Foto: AFP/HAZEM BADER)