Mengupas Bahaya Ciki Ngebul
·waktu baca 5 menit

Jajanan berasap tengah popular di kalangan anak-anak, terutama di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah ‘ciki ngebul’. Namun sayangnya, jajanan kekinian ini menyebabkan 28 anak di Jawa Barat keracunan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Bahkan ada salah satu anak yang mengalami radang usus. Kasus tersebut tersebar di Kabupaten Tasikmalaya dan Bekasi pada November dan Desember 2022.
Mengenal ‘Ciki Ngebul’ dan Dampaknya bagi Kesehatan
‘Ciki ngebul’ adalah sebutan untuk jajanan bola warna-warni yang menggunakan asap nitrogen. Maka dari itu, jajanan ini menimbulkan daya tarik tersendiri bagi anak-anak karena mengeluarkan asap seperti naga.
Asap yang muncul dari makanan itu berasal dari nitrogen cair yang dituangkan ke dalam ciki. Kemudian, nitrogen cair itu berubah menjadi bentuk gas sehingga mirip seperti asap.
Nitrogen cair biasanya juga digunakan untuk mengawetkan makanan karena suhunya yang sangat rendah dengan titik didih sekitar -196 derajat Celcius. Bahkan, zat ini juga kerap digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi.
Jabar Terapkan Status 'Kedaruratan Medis'
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Jabar menetapkan status darurat medis terkait kasus keracunan "ciki ngebul" di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bekasi.
"Tanggal 3 Januari 2023 kami dapat surat rujukan dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, menyatakan agar kasus ini merupakan kedaruratan medis," kata Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Jabar, Dewi Ambarwati, Rabu (11/1).
Dengan status tersebut, Dewi menyebut pihaknya bakal meningkatkan kewaspadaan di semua rumah sakit. Dia meminta kepada pihak rumah sakit di Jabar agar dapat berkoordinasi bila mendapati adanya kasus keracunan chiki ngebul.
"Semua rumah sakit di Jabar yang ada kasus berhubungan dengan konsumsi ciki ngebul dengan mual, muntah, dan berdampak pada lambung, mohon dilaporkan," ucap Dewi.
Menurut Dewi, status di Jabar baru kedaduratan medis dan belum masuk ke dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Terdapat sejumlah persyaratan bila Jabar masuk ke dalam KLB yakni adanya peningkatan kasus baru dan berpotensi menjadi wabah. Adapun temuan kasus di Jabar baru di Bekasi dan Tasikmalaya.
"Ini masuk dalam kedaruratan medis, jadi kami masuk dalam pengawasan," kata dia.
Apakah Aman Makan Ciki Ngebul saat Asapnya Sudah Hilang?
Guru Besar Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan menjelaskan penggunaan nitrogen cair pada penyajian makanan dan minuman ini masih baru, sehingga saat ini belum ada batas aman atau hubungan antara dosis dan respons yang ditetapkan. Baik itu untuk ditelan, dihirup atau kontak langsung.
Berdasarkan data yang ada, tingkat keparahan cedera tergantung pada durasi dan area kontak, serta volume nitrogen cair yang tertelan atau kontak.
"Berapa banyak dosis yang menyebabkan dan berapa aman itu belum ada, sehingga panduan yang diberikan oleh regulator negara maju menyebut bahwa upayakan saat mengkonsumsi produk yang disajikan dengan nitrogen cair uapnya benar-benar sudah pergi," kata Nuri.
Pernyataan Nuri disampaikan dalam diskusi online bertema Kewaspadaan Dini Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, Rabu (11/1).
Uap yang sudah hilang itu menandakan ada potensi risiko yang rendah. Meski begitu tetap ada risiko karena konsumen tidak tahu apakah sisa atau residu nitrogen itu masih tertinggal di wadah dan ciki yang bentuknya berpori.
"Ciki itu, kan, bentuknya berpori siapa tau dia terperangkap dalam pori-pori itu. Apakah nitrogennya benar-benar sudah pergi? Ya tidak ada jaminan, siapa tahu dia karena masih dingin juga nitrogennya terperangkap di dalam ciki tadi," ucap Nuri.
Nuri memberikan sejumlah panduan bagi pembeli khususnya anak-anak yang ingin mengkonsumsi jajanan sejenis ciki ngebul.
"Instruksi yang jelas harus diberikan [oleh penjual] tentang cara menangani dan menelan produk ini yang disajikan dengan liquid nitrogen dengan aman saat melayani pelanggan," katanya.
Berikut lima hal yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi jajanan yang mengandung nitrogen:
Jika anak-anak ingin mengkonsumsi hidangan yang disiapkan dengan liquid nitrogen, orang dewasa harus mengawasi mereka.
Konsumen harus menunggu beberapa menit sampai hidangan berhenti menguap atau mencapai suhu kamar untuk menghindari cedera termal.
Konsumen tidak boleh menyentuh sisa liquid nitrogen yang tertinggal di dasar mangkuk saji jika ada.
Konsumen juga harus meniup makanan ringan yang dilapisi liquid nitrogen agar menguap sepenuhnya sebelum dikonsumsi/ditelan.
Jika ada cedera atau ketidaknyamanan yang dialami setelah terpapar dengan camilan ini, konsumen harus mencari pertolongan medis sesegera mungkin.
BPOM Susun Pedoman Awasi Penggunaan Nitrogen Cair di Makanan
Terkait masalah ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan sedang menyusun pedoman mitigasi nitrogen cair pada makanan siap saji.
"Kebetulan kami mendapat tugas dari pimpinan untuk menyusun suatu pedoman mitigasi [nitrogen cair dalam makanan]," kata Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan, Bahan Penolong, Kemasan, Cemaran, dan Cara Ritel Pangan yang Baik BPOM, Deksa Presiana, Rabu (11/1).
Menurut Deksa, pedoman yang sedang disusun bertujuan untuk mengawasi penggunaan nitrogen cair pada makanan.
"Bahwa memang dia [makanan] harus sebelum dikonsumsi harusnya sudah tidak ada lagi [nitrogen cair] di dalam produk tersebut," ujar Deksa.
Pengunaan nitrogen cair saat ini telah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2020 tentang Bahan Penolong. Nitrogen dalam aturan itu dikategorikan sebagai bahan penolong golongan pendingin dan pembeku.
"Jadi pada prinsipnya ini sudah sudah merupakan satu persyaratan bahwa di dalam pangan olahan itu ada prinsip nitrogen cair sebagai bahan penolong," ujarnya.
Bahan penolong golongan pendingin dan pembeku menurut BPOM, adalah bahan yang kontak dengan makanan dan digunakan untuk mendinginkan dan atau membekukan pangan, yang selanjutnya hilang dari pangan dengan kondisi tertentu.
Dalam jajanan ciki ngebul, nitrogen cair dengan suhu hingga minus 200 derajat celsius akan dituangkan ke ciki untuk memberikan efek seperti berasap. Makanan hanya aman dikonsumsi bila nitrogen cair telah hilang dan berubah menjadi gas.
