Mengusulkan Kosakata Baru, Kenapa Tidak?

Bahasa terus tumbuh. Kosakata pun bertambah dan berubah. Semua itu seiring dengan perkembangan masyarakat sebagai pengguna bahasa.
Jika bahasa bisa diibaratkan pasar, maka kosakata adalah barang dagangannya, dan kita sebagai produsen sekaligus konsumennya.
Beberapa kosakata mungkin laku digunakan, tapi beberapa kosakata lain bisa terlupakan.
Kita juga bisa memodifikasi ulang kata, mulai dari pembentukan, makna, hingga penggunaannya. Kosakata lainnya bisa kita ciptakan sendiri untuk diuji coba pasar.
Di era serba teknologi ini, kita semua bisa mengusulkan dan langsung menguji coba pasar atas usulan tersebut.
"Sekarang di KBBI V daring, kbbi.kemendikbud.go.id, kita semua bisa memasukkan entri. Jadi, kita bisa mengusulkan entri baru atau perubahan terhadap entri yang sudah ada," ujar Ivan Lanin, pegiat bahasa Indonesia, ketika dihubungi kumparan.
Berikut beberapa contoh usulan kosakata untuk dimasukkan ke dalam KBBI.
Asal kata dari bahasa Sanskerta
- Wasana: kekuatan bawah sadar yang mempengaruhi karakter
- Nayanika: mata yang indah dan memancarkan daya tarik
- Mudita: perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain
- Abhati: cahaya agung atau suci
- Swastamita: pemandangan indah matahari tenggelam
- Arunika: pemandangan saat matahari terbit

Asal kata dari bahasa Yunani/Inggris
- Efemeral: tidak kekal, hanya bersifat sementara
- Petrikor: aroma harum tanah kering saat terkena hujan
- Meraki: melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas, dan sepenuh jiwa
- Eunoia: pemikiran yang indah atau pemikiran yang baik
- Serendipiti: menemukan sesuatu yang menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya
Asal kata dari bahasa lainnya
- Mangata: bayangan bulan di air yang berbentuk seperti jalan
- Kulacino: bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah
- Lakuna: ruang kosong, bagian yang hilang
- Kiwari: modern, kini, kontemporer
Bagaimana sih cara mengusulkan kosakata baru?
Kamu harus daftar masuk situs http://kbbi.kemdikbud.go.id/ lalu pilih usulan-usulan untuk memasukkan kosakata baru atau revisi kosakata yang sudah ada. Usulan tersebut akan masuk ke editor lalu redaktur Badan Bahasa. Selanjutnya, kamu bisa cek kembali apakah usulan kosakatamu sudah diproses atau belum.
Bagaimana agar usulan kosakata kamu diterima?
Proses pengusulan tidak serta-merta akan langsung diterima.
"Kosakata di KBBI kan merekam apa yang terjadi di masyarakat. Suatu kata, seindah apapun kata tersebut, jika tidak digunakan di masyarakat ya tidak akan masuk KBBI," kata Ivan Lanin.
Tetapi, jika kata tersebut banyak dipakai oleh masyarakat meski tanpa diusulkan, maka kata itu bisa masuk KBBI.
Nah, menjamurnya media sosial dan penggunaan internet dalam kehidupan kiwari menyediakan jalan cepat untuk bisa mempopulerkan kosakata baru.
Jadi, kamu punya usulan kosakata baru apa?
