Menhaj: Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Dibagikan di Embarkasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kartu Nusuk Haji, kartu identitas jemaah haji 2025. Foto: Dok @makkahregion
zoom-in-whitePerbesar
Kartu Nusuk Haji, kartu identitas jemaah haji 2025. Foto: Dok @makkahregion

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) tengah berupaya memperbaiki layanan jemaah haji. Salah satunya soal pembagian kartu Nusuk.

Nusuk merupakan kartu identitas resmi yang harus dimiliki setiap jemaah haji. Kartu Nusuk ini diterbitkan langsung oleh otoritas Arab Saudi.

Gus Irfan mengatakan, pada pelayanan haji 2026, kartu Nusuk akan dibagikan di tanah air.

"Pembagian kartu Nusuk memang sudah direncanakan akan dibagikan di embarkasi pemberangkatan," kata Gus Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, (5/11).

Suasana rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Foto: Youtube/TVR PARLEMEN

Pada haji 2025, pembagian kartu Nusuk jadi salah satu yang jadi objek evaluasi. Banyak jemaah haji tak kunjung mendapatkan Nusuk meski sudah tiba di Tanah Suci.

Pembagian kartu Nusuk dilakukan melalui Syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji asal Arab Saudi. Tahun 2025, ada 8 syarikah yang bertugas. Tahun 2026, hanya akan ada 2 syarikah yang bertugas dan diharapkan pelayanan lebih terfokus.

Petugas transportasi mengecek bus selawat yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah calon haji Indonesia setelah beribadah di Masjidil Haram di terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Minggu (11/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Rekrut WNI

Gus Irfan juga sudah berbicara dengan 2 syarikah yang akan bertugas melayani jemaah haji di Tanah Suci. Dia meminta syarikah merekrut petugas yang berstatus WNI.

"Petugas untuk mahasiswa di luar negeri kita sudah memaksa, meminta, kepada syarikah untuk meng-hire 750 orang WNI yang di Saudi maupun di Indonesia untuk jadi petugas syarikah. Dan ini kita perkirakan, alokasikan sebagian untuk mukimin, untuk para mahasiswa di luar negeri," jelas dia.

Pembimbing Perempuan

Politikus Gerindra itu juga terus berupaya meningkatkan jumlah keterlibatan perempuan sebagai petugas haji. Salah satunya dengan menambah jumlah pembimbing haji.

"Sebelumnya hanya 20%. Kita harapkan tahun ini minimal 30% pembimbing perempuan, syukur-syukur bisa lebih," ucap dia.