Menhaj ke Petugas: Mayoritas Jemaah Haji Lulusan SD, Jangan Membeda-bedakan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memimpin upacara pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memimpin upacara pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengingatkan para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mengedepankan empati dan kesabaran ekstra dalam melayani tamu Allah.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, secara khusus menyoroti profil jemaah haji Indonesia yang mayoritas berlatar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD).

"Perlu saya ingatkan, jemaah kita mayoritas lulusan SD, sekitar 50 sekian persen. Itulah yang harus kalian hadapi. Tentu berbeda menghadapi jemaah yang lulusan SD dengan sarjana. Tapi kalian tidak bisa membeda-bedakan itu, semua harus dilayani dengan sebaik-baiknya," tegas Menhaj Gus Irfan Yusuf saat memimpin upacara pelepasan ratusan petugas PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Jakarta, Kamis (23/4).

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf saat melepas Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah mengikuti upacara pemberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menhaj menjelaskan banyak jemaah dari daerah, terutama kalangan lanjut usia (lansia), yang sama sekali belum memiliki pengalaman bepergian ke luar negeri. Realitas ini membuat hal-hal yang terkesan sepele bagi petugas, justru bisa menjadi kendala besar bagi jemaah di Tanah Suci.

"Terutama mereka yang mungkin baru pertama kali ke luar negeri, baru pertama kali megang yang namanya paspor, baru pertama kali namanya masuk ke lift. Kalian semua harus sabar," tambahnya.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memimpin upacara pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Untuk merangkul keragaman usia, latar belakang budaya, dan tingkat pendidikan jemaah tersebut, Gus Irfan menginstruksikan para petugas untuk menjaga etika komunikasi. Ia melarang keras adanya sikap arogan atau perlakuan diskriminatif di lapangan.

"Etika petugas harus menjadi perhatian utama. Layani jemaah dengan ramah, sabar, santun, dan penuh empati. Hindari ucapan kasar, nada tinggi, sikap meremehkan, atau tindakan yang menimbulkan luka batin bagi jemaah. Mungkin jemaah diam, tidak akan berkomentar, tapi jangan sampai mereka merasa tersakiti," pesan Irfan Yusuf.

Musim haji tahun 2026 ini menorehkan sejarah baru bagi tata kelola ibadah di Tanah Air. Ini merupakan momen perdana operasional haji berada di bawah kendali penuh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang baru saja berdiri di bawah naungan pemerintah demi menggenjot mutu pelayanan dan memastikan kenyamanan yang merata bagi seluruh tamu Allah.