Menhaj Usai Bertemu Prabowo: Presiden Sarankan Komposisi Biaya Haji 52:48

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji. Prabowo meminta agar perubahan biaya haji tidak sampai memberatkan jemaah.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan usai mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (28/9).
"Kami, saya dan Pak Wamen baru saja diterima oleh Presiden. Ada beberapa hal yang kami sampaikan," kata Gus Irfan.
Gus Irfan mengatakan salah satu yang dilaporkan kepada Prabowo adalah hasil perhitungan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibahas bersama Komisi VIII DPR.
"Pertama, kami menyampaikan hasil hitung-hitungan kami dengan Komisi VIII DPR tentang BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)," ujarnya.
Menurut Gus Irfan, perhitungan biaya haji turut dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dan sejumlah komponen biaya penyelenggaraan haji.
"Seperti kita tahu semua, ada banyak perubahan terkait dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang salah satunya berakibat, berefek ke ekonomi," ucap dia.
Ia mengakui terdapat sejumlah komponen dalam penghitungan biaya haji yang harus mengalami perubahan.
"Memang ada beberapa angka-angka yang harus berubah, tapi pada prinsipnya, Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan kepada jemaah," kata dia.
Atas arahan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mencari sejumlah formulasi agar perubahan biaya tidak menambah beban jemaah secara signifikan.
"Karena itu kami juga mencari formulasi-formulasi bagaimana kita bisa walaupun angkanya berbeda, tapi jemaah tidak terlalu mendapatkan beban yang cukup besar," terangnya.
Salah satu formulasi yang dibahas adalah mengubah kembali komposisi antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dengan nilai manfaat dana haji.
"Salah satunya adalah bahwa komposisi antara Bipih, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan nilai manfaat tentu akan kita formulasikan kembali," ucap dia.
Gus Irfan mengatakan Prabowo menyarankan komposisi Bipih dan nilai manfaat berada di kisaran 52 berbanding 48.
"Presiden menyarankan sekitar 52 banding 48, sehingga dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah," tandas dia.
