Menhan AS Wajibkan Tes Testosteron bagi Prajurit Berusia di Atas 30 Tahun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara di KTT "Shield of the Americas" di Miami, Florida, AS, Sabtu (7/3/2026). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara di KTT "Shield of the Americas" di Miami, Florida, AS, Sabtu (7/3/2026). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Pete Hegseth mewajibkan personel militer berusia di atas 30 tahun menjalani pemeriksaan kadar testosteron sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan.

Kebijakan itu diumumkan Hegseth melalui video yang diunggah di akun X miliknya, @SecWar pada Rabu (15/7).

"Sudah terbukti secara ilmiah bahwa seiring bertambahnya usia, kadar testosteron sering kali menurun secara alami," kata Hegseth.

X post embed

Menurut Hegseth, pemeriksaan tersebut bukan bertujuan meningkatkan kemampuan fisik secara buatan, melainkan memulihkan kondisi biologis prajurit agar tetap prima dalam menjalankan tugas.

"Ini bukan tentang peningkatan kemampuan secara artifisial. Ini tentang memulihkan dan mengoptimalkan kemampuan alami Anda, menjaga kesehatan jangka panjang, serta memastikan Anda memiliki fondasi biologis yang dibutuhkan untuk tetap mampu bertempur," ujarnya.

Menurut AFP, Hegseth mengatakan keputusan untuk menjalani pengobatan tetap berada di tangan masing-masing prajurit apabila hasil tes menunjukkan mereka mengalami kekurangan testosteron.

Ia juga menyebut personel militer yang berusia di bawah 30 tahun dapat mengikuti pemeriksaan apabila menginginkannya.

Tentara AS mengambil bagian dalam latihan militer bersama Freedom Shield antara Korea Selatan dan AS di Pocheon, Korea Selatan, Minggu (19/3/2023). Foto: Jung Yeon-je / AFP

Dalam pernyataannya, Hegseth menggunakan istilah netral seperti warfighters dan warriors tanpa menjelaskan apakah kebijakan tersebut juga berlaku bagi personel perempuan, yang kadar testosteronnya juga dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Ia juga tidak menjelaskan kapan kebijakan tersebut mulai berlaku maupun apakah personel yang terdiagnosis mengalami defisiensi testosteron akan mendapatkan terapi hormon.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Pentagon hanya menyatakan belum memiliki informasi tambahan di luar video yang disampaikan Hegseth.