Menhan: Batalyon TP Siap Amankan Hilirisasi dan Swasembada Pangan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin, Mentan, Andi Amran, Menkes, Budi Gunadi Sadikin, dan Menkeu, Sri Mulyani, usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin, Mentan, Andi Amran, Menkes, Budi Gunadi Sadikin, dan Menkeu, Sri Mulyani, usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025). Foto: Dok. Istimewa

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengajak sejumlah menteri kabinet Merah Putih dan Wakil Panglima TNI mengecek Batalyon Teritorial Pembangunan 843/Patriot Yudha Vikasa di Wanajaya, Bekasi. Ini merupakan satuan baru yang dibentuk Presiden Prabowo.

Sjafrie memastikan, Batalyon Teritorial Pembangunan disiapkan untuk mengamankan program hilirisasi hingga swasembada pangan.

"Intinya Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan akan mendukung program hilirisasi. Mengamankan program hilirisasi dan juga mengamankan program swasembada," kata Sjafrie usai tinjauan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8).

Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin, Mentan, Andi Amran, Menkes, Budi Gunadi Sadikin, dan Menkeu, Sri Mulyani, usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sjafrie mengajak serta Mentan Amran Sulaiman, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Menkeu Sri Mulyani.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam batalyon tersebut terdapat kompi kesehatan. Kompi tersebut akan berfungsi untuk bersiap menghadapi ancaman bio security hingga penanganan bencana alam.

"Fungsi yang pertama adalah fungsi pertahanan dari ancaman bio security atau juga ancaman pandemi yang kemarin kita alami bersama yang membunuh jutaan manusia di seluruh dunia," ujar Budi.

"Fungsi yang kedua adalah fungsi keamanan di mana batalyon-batalyon ini yang ada kompi kesehatannya bisa merespons dengan cepat kalau ada bencana alam yang 3.000-4.000-an setahun terjadi di seluruh Indonesia," tambah dia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Menambahkan, Mentan Amran Sulaiman mengatakan batalyon ini juga memang berkaitan dengan masalah pangan. Salah satunya untuk menjaga hilirisasi pangan.

"Itu sangat menarik untuk sektor pertanian. Sehingga kami sudah memohon kepada Pak Menhan, agar perkebunan hortikultura di pertanian yang akan datang, yang kita akan hilirisasi, itu dikawal oleh TNI," ungkap Amran.

Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menkeu, Sri Mulyani, usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025). Foto: Dok. Istimewa

Menkeu Sri Mulyani sempat menyampaikan batalyon menempati lahan yang jadi bagian dari pemanfaatan aset negara. Lahan seluas 43 hektare ini dibangun dari nol hingga menjadi markas batalyon yang bisa menjalankan tugas pelatihan, kesiapan dari pertahanan, keamanan, bahkan untuk pertanian dan peternakan.

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2025. Ada 100 batalyon yang telah dikukuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Minggu (10/8).