Menhan: Defence Supporting Economy, Jaga SDA-Timah Tak Diselundupkan Ilegal

16 November 2025 12:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan: Defence Supporting Economy, Jaga SDA-Timah Tak Diselundupkan Ilegal
Menhan Sjafrie mengatakan, peningkatan alutsista berfungsi untuk menjaga sumber daya alam tidak keluar secara ilegal.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto meninjau penyerahan aset negara dari tambang timah ilegal di Bangka Belitung, Senin (6/10/2025). Foto: YouTube/ Prabowo Subianto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto meninjau penyerahan aset negara dari tambang timah ilegal di Bangka Belitung, Senin (6/10/2025). Foto: YouTube/ Prabowo Subianto
ADVERTISEMENT
Peningkatan kekuatan alutsista terus dilakukan Kementerian Pertahanan. Ini dilakukan semata bukan cuma soal mempertahankan kedaulatan negara, melainkan menjaga agar sumber daya alam dalam negeri terjaga dengan baik.
ADVERTISEMENT
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, dengan luas Indonesia yang mencapai 7 km persegi jadi tantangan sendiri. Belum lagi, sumber daya alam yang begitu melimpah.
"Ini bukan bermaksud ofensif tapi kebutuhan defensif aktif. Kalau kedaulatan kita kuat, kita kita bisa jaga pembangunan ekonomi kita. Karena itu, filosofi defense supporting economy. Kita bangun national safety belt untuk bisa menunjang pembangunan ekonomi kita," kata Sjafrie saat memberi sambutan di dalam pesawat Airbus A400M dalam penerbangan menuju Aceh, Minggu (16/11).
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin menjelaskan kehebatan Airbus A400M langsung dari kabin saat pesawat terbang menuju Aceh. Foto: Indra Subagja/kumparan
Sjafrie mengatakan, saat ini target swasembada pangan hingga energi terus dijaga agar terwujud dengan baik dan bisa terus dipertahankan. Sebab, selama ini banyak sumber daya alam Indonesia yang keluar lewat jalur ilegal.
"Sumber daya alam kita sejak 1998 sampai 2025 September itu, 80% timah, diselundupkan keluar sehingga SDA kita, khususnya timah, hanya tersisa 20% saja," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Karena itu, Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan agar terus melakukan penertiban dan pengamanan terhadap sumber daya alam. Dengan begitu, tidak ada lagi barang ilegal diselundupkan masuk ke dalam negeri, maupun keluar secara ilegal.
"Sejak September sampai November kita sudah berhasil menyekat semua perairan laut di Bangka Belitung. Untuk menyekat kemungkinan adanya penyelundupan timah dari Indonesia ke luar. Dan ini saya kira teman-teman sudah tahu semuanya pemerintah sudah menyita semua sumber daya alam yang mau diselundupkan keluar dan sekarang kita dalam rangka restorasi," jelas dia.
"Kita lakukan penyitaan, kalau tidak bisa denda administrasi kita lakukan pidana oleh penegak hukum kita yang dilaksanakan kejaksaan. Itu yang menyangkut timah," kata dia.
Menjajal pesawat Airbus A400M, alutsista baru TNI AU. Foto: Indra Subagja/kumparan
Sjafrie menuturkan, dari sisi pertahanan darat akan dibangun 750 batalion infanteri baru hingga 2029. Dari sisi udara, alutsista baru terus akan berdatangan.
ADVERTISEMENT
Terbaru, ada Airbus A400M yang sudah mulai beroperasi di Indonesia. Belum lagi sejumlah pesawat tempur seperti Rafale yang akan bergabung secara bertahap mulai tahun depan.
Dari sisi laut, ada kapal selam tanpa awak yang tengah dikembangkan. Sjafrie mengatakan, kapal selam KSOT karya anak bangsa ini direncanakan bisa produksi massal pada 2026 oleh PT PAL.
Ini belum termasuk pengadaan kapal perang seperti KRI Brawijaya-320. Ini merupaka kapal fregat terbesar di Asia Tenggara.