Menhan Pilih Maksimalkan Satuan Siber TNI, Belum Bentuk Matra Baru
·waktu baca 1 menit

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut, masalah siber di Indonesia menjadi atensi Kemenhan dan TNI. Namun, ia belum akan membuat matra baru khusus siber di badan TNI.
Menurutnya, pemerintah dan TNI harus melihat masalah siber secara proporsional, meski ia mengakui, masalah siber memang diperlukan.
“Cyber itu juga atensi kita, tetapi kita kan harus melihatnya dari secara proporsional, bahwa cyber itu memang diperlukan,” ujarnya di gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (25/11).
Sjafrie menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan telah membentuk Pusat Pertahanan Siber dan Mabes TNI sudah memiliki satuan siber.
“Oleh karena itu, di Kementerian Pertahanan sudah membentuk Pusat Pertahanan Siber, dan juga Mabes TNI sudah menunjukkan Satuan Siber,” jelasnya.
Kemenhan pun memilih untuk memaksimalkannya dengan memberikan segala kebutuhan kedua hal tersebut.
“Dan ini kita akan penuhi kebutuhannya,” tuturnya.
Sjafrie menyebut bahwa pembahasan Matra Siber belum sampai ke pembentukan.
“Kita belum sampai ke sana, kita belum sampai ke sana,” ucapnya.
Sebelumnya, wacana pembentukan atau angkatan siber ini pernah disampaikan Presiden RI ke-7 Joko Widodo di ujung masa pemerintahannya.
Menkopolhukam Hadi Tjahjanto kala itu juga berharap, Angkatan Siber bisa jadi salah satu concern Presiden Prabowo di pemerintahan yang baru.
