Menhan Sebut Tak Batasi Pasokan Alutsista untuk TNI Hadapi Kondisi Geopolitik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, dan Panglima TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan pers usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, dan Panglima TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan pers usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberi dukungan penuh pada TNI terkait urusan alat utama sistem senjata (Alutsista). Apalagi guna menjaga kedaulatan tanah air.

“Kebutuhan-kebutuhan alutsista yang dibutuhkan oleh TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut serta TNI Angkatan Udara ini, ini dipasok tanpa pembatasan,” ujar Sjafrie kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/7).

Delapan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU melakukan flypass dalam gladi bersih Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2024). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Meski begitu, Sjafrie mengatakan, Indonesia sebagai negara yang menganut asas non-blok, pengadaan alutsista yang dilakukan saat ini tak ada tarikannya dengan akan mendukung pihak-pihak tertentu.

“Kita sebagai negara yang menganut politik bebas aktif dan berada pada garis nonblok itu tidak mempunyai restriksi apa apa terhadap pengadaan alutsista,” ungkapnya.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

“Jadi kebutuhan pengguna dan pembina kekuatan ini kita fasilitasi untuk memperkuat kekuatan matra darat, laut, dan udara,” tambahnya.

Selain itu, Menhan Sjafrie juga mengungkapkan, Indonesia memang saat ini masih terkena sanksi Caatsa sehingga tidak dapat membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia. Indonesia, pada saat era Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pembelian jet tempur Rafale dari Prancis.

“Kita tahu bahwa kita juga ada Caatsa yang menjadi ketentuan dari Amerika, tetapi sampai dengan saat ini kita bisa melakukan satu upaya yang kita lakukan dari dalam negeri, untuk memperbaiki alutsista Sukhoi 27 dan Sukhoi 30 yang memerlukan perbaikan,” paparnya.