Menhan Sjafrie Beri Penghargaan Bagi Pasukan Jepang yang Bantu Padamkan Karhutla

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghargaan Satyalencana Dharma Samudera kepada para personel JMSDF yang membantu pemadaman Karhutla di Kalimantan. Foto: Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghargaan Satyalencana Dharma Samudera kepada para personel JMSDF yang membantu pemadaman Karhutla di Kalimantan. Foto: Kemhan RI

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF). Penghargaan diberikan atas dukungan mereka dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Penganugerahan berlangsung di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9). Upacara turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi beserta delegasi kedua negara.

Ada 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) yang menerima penghargaan tersebut. Sebanyak 92 personel hadir secara langsung sebagai perwakilan dalam upacara.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghargaan Satyalencana Dharma Samudera kepada para personel JMSDF yang membantu pemadaman Karhutla di Kalimantan. Foto: Kemhan RI

"Pemberian Satyalancana Dharma Samudera merupakan bentuk penghargaan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia atas kontribusi luar biasa personel JMSDF dalam mendukung upaya kemanusiaan penanggulangan bencana karhutla," demikian keterangan tertulis Biro Infohan Setjen Kemhan, Rabu (30/9).

Penyematan tanda kehormatan secara simbolis diberikan kepada tiga perwakilan pimpinan JDR, yakni Commander, Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji; Commander, Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide; serta Commander, Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Menurut Biro Infohan Setjen Kemhan, bantuan dan pengerahan unsur JMSDF merupakan wujud implementasi hubungan bilateral serta Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghargaan Satyalencana Dharma Samudera kepada para personel JMSDF yang membantu pemadaman Karhutla di Kalimantan. Foto: Kemhan RI

"Kerja sama pertahanan tidak hanya diwujudkan melalui dialog atau latihan militer semata, tetapi juga diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi kemanusiaan di saat masyarakat menghadapi krisis, berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit," tulis Kemhan.

Dalam penanganan karhutla, alutsista helikopter CH-47 yang dikirim Jepang diintegrasikan di bawah kendali Satuan Tugas (Satgas) TNI untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Meskipun kemampuan nasional Indonesia tetap dikerahkan secara penuh, integrasi dukungan internasional ini memastikan agar penanganan titik api dan perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan semakin cepat, terkoordinasi, serta efektif," kata Kemhan.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghargaan Satyalencana Dharma Samudera kepada para personel JMSDF yang membantu pemadaman Karhutla di Kalimantan. Foto: Kemhan RI

Kehadiran Menhan Sjafrie di atas kapal JS Kunisaki sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada personel Jepang atas respons dalam penanganan karhutla.

Biro Infohan Setjen Kemhan menyebut penganugerahan tersebut mencerminkan hubungan kerja sama bilateral Indonesia dan Jepang serta solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan.