Menhan Sjafrie dan Kisah Telur Dadar di Markas TNI di Aceh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Matahari perlahan meninggi di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Di landasan, pesawat Airbus A400M menderu, siap mengangkut penumpang.

Minggu (16/11), pukul 06.00 WIB, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Saleh Mustafa, dan sejumlah pejabat tinggi TNI serta Kemhan bergerak meninggalkan ruang tunggu Lanud, menuju pesawat.

Ikut juga dalam rombongan sejumlah wartawan, rencananya dalam kunjungan kerja ini, Menhan akan menyambangi batalion TNI yang baru dibentuk yakni Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora (GG) yang berada di Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Pukul 06.30 WIB, pesawat lepas landas dengan mulus meninggalkan Jakarta menuju bumi serambi Makkah. Perjalanan sekitar 2 jam 40 menit.

Selama perjalanan, Menhan Sjafrie sempat meninjau pesawat baru ini, berbincang dengan kru pesawat, yang beberapa di antaranya warga negara asing, yang memang tinggal sementara untuk memberikan pelatihan.

"Mereka satu bulan di sini," kata Sjafrie.

Menhan kemudian memberikan pidato selama 30 menit, sejumlah hal disinggung mulai dari pembentukan 750 batalion hingga 2029, lalu juga soal Satgas Penertiban Tambang Ilegal di Bangka Belitung dan Morowali.

"Ini perlu kita lakukan karena kita sempat tidak peduli terhadap penertiban-penertiban sumber daya alam yang ada sehingga dengan mudah ilegal ini keluar melalui laut dan melalui udara," tegas Sjafrie.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Pukul 09.20 WIB, pesawat Airbus A400M, pesawat angkut yang baru dimiliki Indonesia ini mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh.

Perjalanan ke Pidie dilanjutkan dengan helikopter selama 30 menit, hingga akhirnya landing di lapangan di samping sebuah sekolah.

Perjalanan kemudian dengan mobil selama 10 menit untuk sampai ke Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora (GG).

Di markas batalion, suasana sudah meriah. Prajurit TNI sudah berbaris rapi, beberapa pesilat militer kemudian menyambut Menhan dan rombongan.

Dengan rencong di tangan, para pesilat itu beraksi memainkan senjata, hingga kemudian ditutup dengan memberikan penghormatan.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Atraksi berlanjut dengan yel-yel prajurit TNI, ada sekitar 500-an prajurit yang sudah berdinas di batalion ini. Perekrutan personel masih terus dilakukan.

Di batalion ini, para prajurit TNI dilatih memiliki keahlian pembangunan, selain kecakapan militer. Mereka ada yang beternak dan juga bertani.

Menhan kemudian mendapatkan penjelasan soal progres pembangunan batalion, kekuatan, dan peralatan militer yang dimiliki.

"Kalau boleh kami izin, meminta tambahan kendaraan angkut" kata seorang perwira kepada Menhan.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Telur Dadar, Ayam 8 Potong, dan Minyak Hitam

Sebelum makan siang bersama, Menhan menyempatkan diri berkeliling batalion. Yang menarik, saat Menhan menyambangi dapur batalion.

"Ini minyaknya hitam?" tanya Menhan ke prajurit yang memasak.

"Siap jenderal," jawab prajurit itu.

"Ini enggak boleh sampai hitam, minyak itu maksimal tiga kali pakai," jelas Menhan.

Menhan lalu menerangkan soal aspek kesehatan. Apabila minyak hitam dipakai, akan berpengaruh ke kesehatan para prajurit. Dia memerintahkan agar dapur memakai standar kesehatan yang baik.

Menhan kemudian menanyakan juga soal penyajian telur untuk prajurit. Dia meminta agar telur yang disajikan tidak didadar.

"Kalau didadar, satu telur dikocok, pakai air, dipakai buat berapa orang itu," ucap Menhan.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Dia meminta agar satu telur untuk satu prajurit. Jadi jangan didadar, agar prajurit mendapat protein yang cukup.

Bukan hanya soal telur saja, Menhan juga menanyakan soal potongan ayam.

"Kamu potong berapa satu ekor ayam?" tanya Menhan ke prajurit yang di dapur.

Menhan lalu meminta agar ayam dipotong menjadi delapan. Ini agar prajurit mendapat protein dan gizi yang cukup, juga potongan ayam yang besar.

"Jangan dipotong 10 atau 12 potong ya," tegas Menhan ke prajurit dan komandan batalion. Menhan mengaku tahu banyak soal urusan dapur karena pernah menjadi komandan kompi.

TNI Jangan Sakiti Hati Rakyat

Selesai peninjauan barak dan dapur, acara makan siang digelar. Prajurit yang berpangkat Prada diundang satu meja dengan Menhan.

"Kalian adalah tentara rakyat. Tentara rakyat tentara pejuang yang tugasnya mempertahankan kedaulatan republik Indonesia," ujar Menhan saat memberikan pesan sebelum makan siang.

Dia mewanti-wanti agar prajurit TNI jangan menyakiti hati rakyat.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

"Di sekitarmu ada rakyat, kamu harus bermanfaat. Tidak ada gunanya kamu kalau kamu menyakiti hati rakyat. Kalau ada prajurit yang menyakiti hati rakyat keluar dari TNI," ujar Menhan.

Menhan juga berpesan agar prajurit TNI memiliki jiwa korsa untuk NKRI.

"Saya tidak ada lagi mau mendengar ada prajurit menganiaya temannya. Di sini ada komandan peleton, komandan regu. Jiwa korsa tidak digunakan untuk berantem tetapi untuk menjaga NKRI," beber dia.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin

Menhan lalu memberikan kenang-kenangan dan hadiah kepada Batalyon 857. Tanda tangan dan pesan juga ditorehkan di buku tamu batalion.

Sore menjelang, Menhan dan rombongan kemudian bergerak meninggalkan batalion. Sebelum pergi, Menhan mengingatkan agar prajurit TNI menghafal dan menerapkan Sapta Marga.

"Jadilah prajurit rakyat," pesan Menhan.