Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Menko Polkam Ad Interim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima tanda kehormatan tertinggi TNI di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima tanda kehormatan tertinggi TNI di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Kemhan RI

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjadi Menko Polkam Ad Interim. Posisi Menko Polkam saat ini kosong setelah Budi Gunawan direshuffle pada Senin (8/9).

Sjafrie langsung memimpin rapat bersama dengan para pejabat Kemenko Polkam.

"Selamat datang Pak Menhan sebagai Menko Polkam ad interim. Pada Bapak Menko Polkam kami ucapkan selamat datang," kata Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, saat membuka rapat di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9).

Menko Polkam ad interim Sjafrie Sjamsoeddin memimpin rapat di Kemenko Polkam Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Sejumlah pejabat Kemenko Polkam hadir dalam rapat. Di antaranya Sekretaris Kemenko Polkam Letnan Jenderal TNI Mochammad Hasan, Deputi Pollugri Mohammad Kurniadi Koba, Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Marsekal Muda TNI Oka Prawira, Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi Marsekal Muda TNI Eko D. Indarto.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Istana sebelumnya membeberkan alasan mengapa BG diganti. BG diganti bukan karena demo berakhir rusuh yang terjadi pada 25-31 Agustus.

Imbas demo itu, banyak fasilitas umum dirusak. Bahkan ada korban jiwa. Diduga ada dalang yang mendorong demo rusuh.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Istana mengatakan, penggantian BG karena Prabowo menerima masukan dari sejumlah pihak dan sudah evaluasi.

"Ya tidak ada, tidak ada kemudian karena sesuatu hal yang sangat spesifik begitu, tidak," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.