Menhan soal Kivlan Zen Minta Bantuan: Sudah Bisik-bisik dengan Polri

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu buka suara terkait pengajuan surat perlindungan Kivlan Zen kepadanya terkait penahanan Kivlan oleh polisi dalam kasus makar dan rencana pembunuhan.
Ryamizard mengaku Kivlan Zen sangat baik padanya sebagai sesama purnawirawan TNI. Menindaklanjuti surat perlindungan itu, Ryamizard mengaku telah berkoordinasi dengan Polri.
"Itu senior saya loh, saya hargai dia minta tolong saya. Tapi ingat ya, masalah hukum, masalah politik, tidak saya. Tapi, saya sudah bisik bisiklah dengan temen-temen polisi coba dipertimbangkan lagi," kata Ryamizard di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6)
Adapun alasan Kivlan Zen mengajukan perlindungan ke Kemhan tak lain karena posisi Kivlan sebagai purnawirawan TNI yang telah lama mendedikasikan diri dalam dunia militer. Sebelumnya, tim kuasa hukum meyakini kliennya tersebut tidak mungkin merencanakan pembunuhan.
"Saya kan cuma mempertimbangkan, bukan enggak boleh dihukum, enggak. Pertimbangkan," kata Ryamizard.
"Hukum harus ditegakkan," sambung dia.
Sebelumnya, kuasa hukum Kivlan Zen, Muhammad Yuntri, mengaku telah mengajukan surat perlindungan untuk kliennya ke Kementerian Pertahanan.
“Iya kan ditujukan tiga kasus, makar, kepemilikan senjata api, dan pembunuhan. Makar kan enggak terbukti, sementara senpi itu pengembangan dari (tersangka) Iwan,” ujar Yuntri saat dihubungi kumparan, Rabu (12/6).
Selain kepada Menhan, Kivlan Zen juga meminta perlindungan kepada Kemenkopolhukam Wiranto.
