Menhub Evaluasi Mudik 2022 Jalur Laut, Akan Tambah Pelabuhan hingga Rest Area
·waktu baca 2 menit

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan hasil evaluasi mudik 2022 dalam rapat terbatas bersama dengan Presiden Jokowi dan menteri terkait lainnya. Salah satu yang disampaikan yakni evaluasi arus mudik dari sektor laut.
Budi mengatakan, pada saat arus mudik, terjadi antrean panjang pada H-4 dan H-3 di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Saat itu, kepadatan terjadi karena di saat bersamaan pegawai pabrik di wilayah tersebut libur dan mengarah menuju Merak.
Belajar dari peristiwa kepadatan tersebut, Menhub mengungkapkan pihaknya akan membuat kantung rest area untuk mengurai kepadatan pemudik yang hendak menyeberang.
"Evaluasi yang dilakukan satu, kita akan membuat satu kantong rest area sehingga bagi mereka yang akan menuju ke Merak akan difilter di situ kalau nanti setelah longgar baru bisa dijalankan," kata Budi Sumadi dalam konferensi pers, Selasa (24/5).
"Yang lain kita akan minta jalannya dilebarkan, jangka panjang bahkan kita minta ada jembatan yang ada di situ," sambungnya.
Selain itu, untuk mengurai kepadatan calon pemudik di Pelabuhan Merak, Budi mengatakan akan mengoptimalkan Pelabuhan Ciwandan. Jarak pelabuhan tersebut dekat dengan Merak. Pada saat mudik 2022 kemarin, pelabuhan ini pun digunakan sebagai tambahan untuk mengurai kepadatan di Merak.
"Kita menambahkan Pelabuhan Ciwandan sebagai satu pelabuhan tambahan karena Ciwandan berjarak 4-5 Km dari Merak sehingga mampu untuk menampung jumlah ada tiga sampai empat dermaga yang mungkin dilaksanakan di sana," kata Budi.
"Oleh karenanya kita akan memberikan izin ke Pelindo untuk mengoperasikan untuk kendaraan2-kendaraan berat tetapi pada saat hari-hari besar, Sabtu-Minggu itu bisa digunakan penumpang sehingga jumlah 7 dermaga yang ada di Merak itu akan ditambah paling tidak tiga sampai empat di Ciwandan," sambungnya.
Di Merak, kata Budi, hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih ditemukannya management turun naik penumpang yang relatif masih memakan waktu lama. Sehingga, akan dikembangkan suatu sistem yang lebih intensif agar proses naik turun penumpang bisa lebih singkat dan optimal.
"Kita akan menggunakan teknologi, mengeluarkan satu sistem yang lebih intensif agar proses keluar masuk terminal menuju kapal menjadi lebih baik," tandas Budi.
