Menhub Ingin Tingkatkan Jumlah Tenaga Kerja Laut Indonesia

16 Juli 2017 20:56 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), menyebutkan jumlah tenaga kerja laut dari Indonesia masih kalah dari Filipina. Ia mengaku, meski Indonesia menempati posisi kedua, namun jumlah 400 ribu tenaga kerja masih jauh di bawah Filipina yang mencapai 4 juta tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
"Ada suatu komparasi baik, di mana Indonesia menjadi salah satu sumber supply tenaga kerja laut besar dengan jumlah 400 ribu tenaga kerja. Tapi kita iri dengan Filipina yang bisa supply tenaga 4 juta orang," ungkap Budi di STIP, Jakarta, Minggu (16/7).
Ia mengaku jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Filipina, angka tersebut sangatlah besar. Ia menyayangkan, Indonesia yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih besar justru belum bisa memasok tenaga kerja laut dengan jumlah bersaing.
"Kita nomor dua. Tapi saya pikir dengan fasilitas seperti ini (fasilitas pelatihan di sekolah tinggi pelayaran), Filipina enggak ada. Dan kita juga mampu (bersaing). Kita tinggal meningkatkan kemampuan komunikasi," ujarnya.
Menurut Budi, kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris sangat penting. Sebab, tenaga-tenaga kerja tersebut sebagian besar akan disalurkan ke Eropa, Amerika, serta Asia.
ADVERTISEMENT
"Terutama Eropa. Karena Eropa itukan memang banyak negara-negara yang memang punya kapal-kapal secara internasional, bahkan juga China. Dengan adanya itu (sekolah pelayaran), mereka mendapatkan tenaga-tenaga kerja terlatih," tambahnya.
Budi juga berpesan kepada seluruh siswa STIP untuk memahami dan menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Ia menilai, Filipina bisa lebih unggul karena kemampuan mereka berbahasa Inggris dengan lancar.
"Dan kalau ini berhasil, itu suatu martabat bagi bangsa. Dan secara ekonomi memberikan devisa luar biasa," tandasnya.