Menhub: KA Argo Bromo Melaju 108 Km/Jam Saat Tabrak KRL, Lebih Cepat 3 Menit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang terjadi di Bekasi Timur melalui ilustrasi perjalanan.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).

Dalam penjelasan tersebut, salah satu rangkaian yang melintas, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tercatat melaju lebih cepat dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam sebelum peristiwa tabrakan terjadi.

“Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam,” ungkap Dudy.

Dudy pun menjelaskan rangkaian waktu perjalanan kereta yang melintas di sekitar lokasi kejadian, mulai dari KRL Commuter Line hingga kereta jarak jauh yang melintas di jalur tersebut.

“Kereta KA Commuter Line 5568A tiba pukul 20.34, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi,” tuturnya.

“Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang,” lanjut Dudy.

Dudy juga memaparkan adanya taksi mogok di tengah rel yang kemudian menjadi salah satu faktor dalam rangkaian peristiwa di lokasi tersebut.

“Sebuah taksi mogok di tengah rel. KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut,” ungkap Dudy.

Dudy juga menjelaskan kondisi KRL Commuter Line yang sempat mengalami keterlambatan dan berhenti akibat situasi di lintasan.