Menhub soal Pembangunan 10 Rest Area: Terintegrasi dengan Daerah Komersil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pos Pengamanan Mudik Cikaledong, Nagreg, Jawa Barat, Minggu (1/5). 
 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pos Pengamanan Mudik Cikaledong, Nagreg, Jawa Barat, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan Presiden Jokowi meminta agar ketersediaan rest area untuk pemudik ditambah hingga 10 tempat. Hal itu disampaikan usai rapat evaluasi mudik Lebaran 2022.

Budi mengatakan, pihaknya akan melanjutkan perintah Presiden tersebut ke developer jalan tol. Menurutnya, titik pembangunan rest area harus disesuaikan dengan daerah komersil.

"Sebenarnya kalau kita bicara tentang properti, usaha properti maka tol tidak bisa dipisahkan dengan rest area yang di situ ada daerah-daerah komersialnya," kata Budi di Jakarta, Selasa (24/5).

Budi menjelaskan lebih jauh soal rest area tersebut. Dia menuturkan, rest area juga harus memiliki ciri khas dan karakter daerah setempat.

kumparan post embed

"Itu adalah satu ruang bisnis yang memungkinkan mereka mendapatkan upside atau kenaikan harga pada saat tertentu, tapi juga memberikan layanan pada masyarakat. Sehingga masyarakat datang katakanlah ke daerah Cirebon, bisa ke Cirebon tapi ada rest area yang juga mencerminkan karakter Cirebon, Brebes, kemudian Tegal, dan sebagainya," ujar Budi.

Budi mengaku hal tersebut menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi untuk arus mudik pada tahun depan. Untuk itu, para pengelola tol mesti mempersiapkan hal tersebut.

"Jadi ini kami sampaikan dan Pak Presiden juga sampaikan tadi bahwa ini menjadi concern," tandasnya.