Menhub Usul Transaksi di GT Palimanan Ditiadakan Saat Arus Balik

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana lalu lintas dekat Gerbang Tol Palimanan pada Minggu (2/6) siang. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana lalu lintas dekat Gerbang Tol Palimanan pada Minggu (2/6) siang. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah membuat kalkulasi puncak arus balik pemudik. Menurutnya puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 8-9 Juni 2019.

“Kita tahu mudik balik itu, kalau ada lebaran 5-6 (Juni), berarti mudiknya cuma 7,8,9 (Juni). Sehingga puncaknya terjadi pada tanggal 8 dan 9,” kata Budi Karya di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (3/6).

Sejumlah hal sudah disiapkan guna mengantisipasi kemacetan arus balik. Termasuk menerapkan sistem satu arah.

Selain itu, ia juga mengusulkan untuk meniadakan transaksi di Gerbang Tol (GT) Palimanan yang direncanakan sebagai titik awal one way. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Saya sendiri mengusulkan kalau bisa tidak ada gate di situ sehingga arus dari Timur ke Barat itu bisa dengan baik. Tapi saya kembalikan kepada Kakorlantas untuk menetapkan diskresi apabila dianggap perlu itu dilakukan," ucapnya

Tak hanya itu, Budi juga mengusulkan agar one way saat arus balik yang dimulai dari KM 189 Tol Palimanan, bisa sampai KM 29 Cikarang Utama, bukan KM 70 Cikampek Utama.

embed from external kumparan

Budi juga meminta agar jajarannya memperhatikan rest area yang ada di Tol Cipali. Sebab, rest area tersebut menjadi lokasi yang banyak digunakan pengemudi untuk beristirahat. Hal itu membuat antrian kendaraan menumpuk dan membuat macet.

“Rest area harus di-handle dengan baik karena kita tahu di rest area di Cipali merupakan titik lelah, tentunya perlu satu manajemen yang lebih baik,” kata Budi.

Selain di Jawa, arus balik dari Sumatera juga menjadi perhatian Budi Karya. Menurutnya, perjalanan arus balik dari pulau tersebut sangat panjang. Budi menyarankan agar pemudik memilih waktu balik lebih awal agar tidak terjebak macet.

“Atau tambah satu hari liburnya menjadi tanggal 10. Karena 8, 9 akan padat sekali. Walaupun kita juga berusaha melakukan kegiatan dengan baik,” kata Budi.