Menhut Ikut Ratas Karhutla di Istana: Presiden Concern soal Gambut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhut Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menhut Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) terkait mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Negara, Kamis (24/9).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengatakan Prabowo memiliki perhatian terhadap karhutla di lahan gambut.

"Ya, hari ini saya mendapat undangan untuk menghadiri ratas secara spesifik disebutkan tentang gambut ya. Kita ketahui 6 provinsi prioritas penanggulangan karhutla itu kan memang berbasis gambut. Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel," ujar Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9).

"Saya kira sangat baik sekali Bapak Presiden punya concern soal gambut. Mungkin nanti kita akan diskusikan dan nanti saya sampaikan hasil ratas nanti ke teman-teman," sambungnya.

Raja Juli mengatakan, titik panas karhutla di sejumlah mengalami penurunan. Dia berharap, karhutla dapat segera padam.

"Ya. Jambi kemarin ada 6 hotspot sekarang tinggal 1. Sumsel dari 17 jadi 11. Kalsel dari 68 jadi 23," ucap dia.

Zona inti IKN jadi prioritas pengamanan Karhutla. Foto: Otorita IKN

Menurutnya, yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) berada di Kalimantan Tengah. Angka titik panas di Kalimantan Tengah naik menjadi 673.

"Kalau kita bandingkan dengan Riau tadi, Jambi ya, dua, Kalbar ya, juga dari 50 naik ke 167. Jadi hampir tiap hari saya bersama Bapak Kepala BNPB turun ke lapangan. Ini saya baru pulang dengan Bapak Kepala BNPB juga dari Kalteng dan Kalsel, ya. Tapi saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel," ucap dia.

Saat ditanya mengenai Istana memiliki alat pendeteksi karhutla, Raja Juli mengaku tidak mengetahuinya.

"Cek di sini, saya gak tahu, coba cek ke Pak Mensesneg," tandas dia.