Menikmati Indahnya Gerhana Bulan Total

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fenomena alam gerhana bulan terlihat di langit Jakarta pada Senin (8/9) dini hari. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fenomena alam gerhana bulan terlihat di langit Jakarta pada Senin (8/9) dini hari. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Fenomena gerhana bulan total atau blood moon dapat diamati masyarakat Indonesia pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari. Gerhana ini bisa disaksikan tanpa alat bantu, berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan filter khusus.

Berikut keseruannya:

Melihat Puncak Gerhana Blood Moon di Jakarta-Labuan Bajo

Fenomena alam gerhana bulan terlihat di langit Jakarta pada Senin (8/9) dini hari. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tampak fenomena Blood Moon di langit Jakarta sekitar pukul 01.30 WIB, Senin (8/9). kumparan berhasil mengabadikan momen yang hanya terjadi pada 2,5 tahun ini.

Sementara di Bogor, fenomena alam ini terpantau pada pukul 01.15 WIB. Sejumlah warga tampak mengabadikan momen ini dengan kamera ponselnya.

Blood Moon juga terpantau di langit Labuan Bajo. Ini terlihat dalam live streaming di situs BMKG yang disiarkan dari Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Labuan Bajo. Fenomena ini juga tampak terlihat jelas dalam live streaming BMKG di Taman Murjani Kalimantan Selatan.

Dalam keterangan BMKG, blood moon ini akan tampak sekitar 82 menit. Fenomena alam ini terjadi karena proses alam yang disebut hamburan rayleigh. Pada momen gerhana bulan total hanya cahaya merah dan oranye inilah yang disamburkan dan dibelokkan hingga sampai ke permukaan bulan. Hasilnya, bulan yang seharusnya gelap justru tampak bercahaya merah.

Warga Padati Taman Ismail Marzuki

Suasana Piknik Malam Gerhana Bulan Total di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sejak petang, warga berbondong-bondong datang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk melihat fenomena langka: gerhana bulan total atau Blood Moon.

Pantauan kumparan di lokasi, area depan Planetarium TIM dipenuhi pengunjung. Sejumlah teleskop tampak berjejer, disiapkan untuk mengamati jalannya gerhana yang diprediksi mulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga puncaknya pada 01.00 WIB dini hari.

Sambil menunggu, pengunjung disuguhi talkshow seputar fenomena astronomi.

Acara ini digelar Planetarium TIM berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Suasana terasa seperti festival kecil: ada yang datang berdua dengan anaknya, ada yang rombongan keluarga, hingga teman kantor yang memanfaatkan momen langka ini.

Yang menarik, banyak anak kecil terlihat begitu bersemangat dengan dunia astronomi.

Indah dan Zaki: Piknik Malam Demi Blood Moon

Indah dan Zaki, pengunjung Piknik Malam Gerhana Total di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Indah (41) datang bersama putranya, Zaki (9). Malam itu, justru sang anak yang paling bersemangat.

“Kamu yang jawab. Kamu yang paling ngerti,” ujar Indah sambil tersenyum ke arah Zaki.

“Blood Moon. Liat Blood Moon. Full gerhana total,” kata Zaki singkat namun antusias.

Indah mengaku, kehadiran mereka di TIM bukan rencana dirinya, melainkan inisiatif sang anak.

“Anaknya. Jadi saya dikasih tau sama teman saya kalau memang ada event ini. Terus anaknya insist buat cari tiketnya nge-war, akhirnya dapet. Tapi memang sebelumnya dia udah sering ikut acara HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta),” jelasnya.

Meski acara berlangsung hingga lewat tengah malam, Indah tak keberatan. “Ya nggak apa-apa. Kalau nanti dia balik jam berapa ya, izin dari sekolah aja. It’s okay,” ujarnya.

Zaki sendiri sudah siap dengan perlengkapan lengkap. “Begadang,” celetuknya.