Menikmati LRT Jakarta, Kelapa Gading-Rawamangun 9 Menit

PT LRT Jakarta menggelar uji publik bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung naik Light Rail Transit (LRT). Ada dua rangkaian kereta yang disiapkan selama uji publik mulai 11-21 Juni 2019.
Setiap rangkaian memiliki rute Stasiun Pegangsaan Dua-Stasiun Velodrome, dan sebaliknya. Meski begitu, dalam uji publik Stasiun Pegangsaan Dua tidak digunakan. Masyarakat hanya bisa menikmati berpergian dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome atau sebaliknya.
Dalam uji publik, masyarakat diharuskan mendaftarkan di loket tiket. Mereka kemudian mendapatkan kartu single journey trip untuk bisa menikmati LRT.
kumparan menjajal LRT dari Stasiun Boulevard Utara menuju Stasiun Velodrome. Untuk jarak 4,3 km, dapat ditempuh dalam waktu 9 menit.
Bila dibandingkan dengan moda transportasi lain, dengan sepeda motor dari Boulevard Utara-Velodrome dalam kondisi normal bisa ditempuh antara 10-15 menit. Sedangkan, dengan mobil bisa ditempuh antara 15-20 menit.
Waktu tempuh lebih lama karena kendaraan harus melewati kemacetan di Pulomas, persimpangan Sumarecon Kelapa Gading, Jalan Boulevard Kelapa Gading, hingga bundaran Kelapa Gading, tepatnya di depan La Piaza.
Kondisi di dalam kereta buatan Korea Selatan itu terlihat lengang, pada Selasa (11/6) pagi. 20 kursi yang tersedia dalam satu gerbong tidak semuanya terisi.
Di setiap gerbong juga terdapat petugas keamanan. Selain mengawasi penumpang, petugas juga mengingatkan jika penumpang meninggalkan sampah di kereta.
Seorang penumpang di Stasiun Boulevard Utara, Wibisono, mengatakan senang bisa menikmati transportasi baru tersebut. Ia merasa nyaman saat menggunakan kereta itu. Meski begitu, menurutnya, ada hal-hal yang harus diperbaiki oleh pengelola.
“Fasilitas diperbanyak, diperbaiki yang kurang. Pelayanannya juga. Mungkin karena belum berfungsi penuh ya, jadi banyak petugas yang masih kaku menyampaikan informasi,” kata Wibisono, Selasa (11/6).
Selain Wibisono, warga lainnya, Santi (42), mengatakan antusias menyambut beroperasinya LRT Jakarta. Menurutnya, LRT bisa jadi alternatif transportasi untuk menghindari macet yang biasanya terjadi di kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya.
“Ya kalau untuk ke daerah Rawamangun si saya pasti naik ini. Karena kan lebih nyaman dan lebih cepat juga, enggak kena macet kan,” kata warga Kelapa Gading itu.
Santi berharap rute LRT diperpanjang tidak hanya sampai di Velodrome saja. Setidaknya bisa mencapai Terminal Rawamangun yang jaraknya hanya beberapa meter dari Stasiun Velodrome.
“Kalau bisa sampai jauh enggak hanya Velodrome. Ya ke Terminal Rawamangun-lah. Kan tanggung ini kalau kita turun di sini mesti naik angkutan lagi ke terminal. Kan banyak juga yang mau ke terminal,” kata Santi.
Sementara itu Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta Melisa Suciati mengatakan belum mengetahui kapan LRT Jakarta akan dioperasikan secara penuh. Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan Pemprov DKI Jakarta.
“Sebenarnya itu kami hanya bisa memaksimalkan dalam prosesnya penyempurnaan sistemnya. Untuk kapannya, tetap nanti akan ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah kita,” kata Melisa.
Pendaftaran untuk mengikuti uji publik masih dibuka hingga 21 Juni 2019. Bagi yang belum daftar juga bisa langsung datang ke stasiun LRT. Uji publik ini juga belum diketahui kapan akan berakhir.
