Menikmati Sore di Pinggir Kali Angke: Joran Melengkung Tak Selalu Ikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memancing di pinggiran Kali Angke, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga memancing di pinggiran Kali Angke, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Suasana sore di pinggiran Kali Angke, Rawa Buaya, Jakarta Barat, terasa lebih hangat setelah beberapa hari sebelumnya diguyur hujan berturut-turut.

Warga sekitar memanfaatkan waktu sore dengan caranya masing-masing. Ada yang meneguk es kopi, menyantap mi bakso, hingga duduk tekun memegang joran pancing.

Salah satunya Okim (46), warga Rawa Buaya, yang sudah berada di lokasi sejak siang hari. Ia menanti jorannya melengkung, tanda ikan menyambar umpan. Namun keberuntungan belum berpihak. Sekitar dua jam bolak-balik melempar umpan, tak satu pun ikan memakan jangkrik yang ia pasang di kail.

“Dari jam 2-an ini belum ada yang noel,” ungkap Okim sambil sesekali mengecek tarikan jorannya.

Warga memancing di pinggiran Kali Angke, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Okim mengatakan, di Kali Angke biasanya ia bisa mendapatkan dua hingga tiga ekor ikan saat sedang beruntung. Namun, hujan deras yang terjadi belakangan membuat debit air meningkat dan ikan diduga terbawa arus.

Tak jauh dari Okim, nasib berbeda dialami Jaja (50). Jorannya sempat melengkung kuat. Ia pun sigap menarik senar yang menegang, seolah sedang beradu tenaga dengan ikan besar. Namun harapan itu pupus. Yang tersangkut di kailnya bukan ikan, melainkan sampah plastik yang hanyut di aliran sungai.

“Berat tadi, (yang) nyangkut sampah,” ujar Jaja sambil melepaskan plastik yang tersangkut di kailnya.

Memperingati Hari Burung Migrasi Dunia, komunitas anak muda Yayasan KEHATI Biodiversity Warriors bersama Accenture melakukan pengamatan burung air di Hutan Lindung Angke Kapuk. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Meski begitu, Jaja menyebut Kali Angke yang bermuara hingga kawasan Kapuk masih menyimpan beberapa jenis ikan, meskipun berbagai limbah bercampur di alirannya.

“Ada aja tawes ya kadang-kadang, ikan mas,” kata dia.

Di pinggiran Kali Angke inilah warga Rawa Buaya yang memiliki hobi serupa menguji kesabaran. Menunggu strike menjadi hiburan tersendiri di tengah rutinitas harian. Meski sekadar untuk menghilangkan penat, kepuasan tetap terasa ketika umpan disambar ikan.

“Pernah lele, (ukuran) se-tangan lah,” kata Jaja mengenang hasil pancingannya di Kali Angke.