Menilik ATM Beras untuk Mustahik di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangsel

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyalurkan infak dan sedekah kepada mustahik, fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Seperti mengundang sejumlah mustahik untuk datang menerima infak dan sedekah.
Namun, cara ini kerap menjadi ricuh dan ajang saling berebut antarmustahik hingga menimbulkan korban jiwa. Untuk menghindari hal tersebut, pengurus Masjid Raya Bintaro Jaya, Jalan Maleo Raya Sektor 9, Tangerang Selatan, Banten, memiliki cara yang unik dan berbeda.
Di Masjid Raya Bintaro Jaya disediakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mengeluarkan beras. ATM beras ini ditujukan untuk para mustahik di sekitar masjid.
Pengurus Masjid Raya Bintaro Jaya Bidang Kelompok Kerja Zakat Infak Sedekah (Pokjazis), Usman Shofi, mengatakan, sistem tersebut telah digagas sejak lama oleh pihak masjid.
"Udah lama, baru di-launching sekarang yang menggagas pertama itu Pokjazis," kata Usman saat ditemui di Masjid Raya Bintaro Jaya, Senin (4/6).

Usman mengatakan, sistem tersebut merupakan kerja sama pihak masjid bersama alumni ITB untuk membuat mesin ATM beras.
"Jadi awalnya itu dari para alumni ITB yang mereka tinggal di Bintaro mendukung ide dari pengurus. Mereka mendukung supaya pemberian itu secara teratur, tanpa harus antre. Sehingga meninggalkan korban. Maka muncul pengadaan ATM beras ini," terangnya.
Usman mengaku pengurus masjid tidak dibebani biaya ongkos produksi mesin ATM beras ini. Sebab sejumlah jemaah masjid berinisiatif untuk menanggungnya.
Usman menerangkan, tidak sembarang mustahik dapat mengambil beras di ATM beras itu. Pasalnya, hanya mustahik yang memliki kartu ATM beras yang dapat mengambilnya.
"Kartunya sudah ada data mustahiknya. Untuk memastikan mustahik mendapat data atau tidak, kita mengirim remaja masjid yang didampingi tim dari (lembaga) Dompet Dhuafa dengan kita menanyakan kepada RT setempat. Barulah berapa warga dalam RT itu yang menerima manfaat," jelasnya.

Mesin ATM beras ini diketahui berkapasitas 200 kilogram beras. Mustahik yang berhak dapat mengambil jatah beras sesuai dengan jumlah anggota keluarganya. Sementara, ketentuan beras yang keluar dari mesin ATM minimal 2 liter.
Cara kerjanya sistem ini terbilang mudah. Cukup dengan menempelkan kartu di kotak ATM yang terdapat cahaya merah. Mesin seketika akan mengeluarkan beras sesuai ketentuan dan data mustahik.
Para mustahik dapat mengambil beras dari pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB. Menurut Usman, hal itu dilakukan sebagai bagian dari membiasakan diri untuk mencintai masjid.
"Ada unsur edukasi, supaya mereka cinta masjid. Yaitu dengan salat subuh berjemaah di masjid dan mendengarkan tausyiah sampai jam 6. Sehingga mereka hidupnya seimbang, setelah mendapatkan siraman rohani dari salat subuh berjemaah dan tausiah, mendapatkan siraman jasmani yaitu beras," terang Usman.

Sejauh ini, kata Usman, penerima beras dari mesin ATM berkisar 100 orang lebih. Rata-rata mustahik yang dapat menerima beras tersebut berasal dari sekitar masjid.
"Mereka senang, dengan adanya ATAM beras ini karena merasa terbantu," ujarnya.
Di sisi lain, mesin ATM beras ini tidak dapat digunakan dalam pembagian zakat mengingat jumlah mustahik akan lebih banyak. Oleh karena itu, Usman menjelaskan zakat akan disalurkan sesuai dengan kebiasaan pengurus masjid sebelumnya.
"Proses penyaluran zakat di masjid tetap dengan menggunakan pola-pola yang sudah dilakukan oleh pengurus dulu. Yaitu dengan mengundang para mustahik atau penerima manfaat yang telah dikoordinir oleh RT setempat jadi diberikan secara langsung," pungkasnya.
