Menilik Jejak Steffy Burase, Irwandi, dan Aceh Marathon

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Steffy Burase. (Foto:  ‏   Twitter @Melizawati_BSP)
zoom-in-whitePerbesar
Steffy Burase. (Foto: ‏ Twitter @Melizawati_BSP)

Sosok Steffy Burase belakangan menjadi sorotan publik. Namanya masuk dalam daftar orang dicekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke luar negeri atas kasus yang menyeret Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana otsus (otonomi khusus) Aceh.

Kehadiran Steffy mejadi tanda tanya, wanita asal Manado, Sulut itu juga diisukan telah dipinang Irwandi sebagai istri mudanya. Namun isu ini belum pernah terkonfirmasi.

Steffy sendiri, diketahui terlibat aktif di event Aceh Marathon 2018 yang dihelat Pemprov Aceh. Setffy ikut ambil bagian menjadi salah seorang tenaga ahli pada ajang bertaraf internasional itu.

Keberadaan Steffy di ajaang Aceh Marathon sendiri menjadi tanda tanya. Bagaimana Steffy tiba-tiba bisa ikut menjadi tenaga ahli?

Steffy Burase diketahui mengkantongi SK langsung dari Irwandi Yusuf sebagai tenaga ahli, penyerahaan itu bersamaan dengan sejumlah panitia lainnya termasuk Darmansah sebagai ketua panitia Aceh Marathon.

“Ibu Steffy Itu ada SK gubernur, memang prosesnya sudah berlangsung sebelum saya jadi Kepada Dinas dan setahu saya Steffy ini adalah atlet pelari 42 kilo. Dia berasal dari komunitas lari Jakarta Internasional. Jadi beliau itu banyak sekali mengetahui tentang kegiatan lari dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Darmansah saat dikonfirmasi tentang keterlibatan Steffy Burase dalam kegiatan Aceh Marathon, Senin (9/7).

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf resmi ditahan KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf resmi ditahan KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Darmansah mengaku telah bertemu Steffy sekitar empat kali, baik di Jakarta maupun di Sabang saat rapat pembahasan tentang Aceh Marathon. Dalam rapat itu, Steffy tidak sendirian ia ditemani oleh krunya sekiar 10 orang.

“Jadi merekalah yang meng-handle proses event lari ini. Mereka juga melakukan sosialisasi ke komunitas serumpun lari baik di tingkat nasional maupun Internasional. Jadi saya ulangi, bahwa ibu Steffy ini adalah tenaga ahli di Aceh Marathon bukan sebagai EO. Tenaga ahli sesuai SK gubernur,” kata dia.

Darmansah menjelaskan, peran Steffy ditunjuk sebagai tenaga ahli pada event bertaraf Internasional itu untuk mengatur semua teknis tentang perlombaan. Mulai dari mensosialisasikan tentang kegiatan ke pelari, hingga teknis di lapangan pada saat evet berlangsung nanti.

“Dia yang menyampaikan informasi kepada komunitas lari di Indonesia, dan juga luar negeri seperti Kuala Lumpur, Kenya, Nagoya hingga Jepang. Mereka bertemu dengan pelari di sana dan menyampaikan bahwa di Aceh ada kegiatan Aceh Marathon. Ada dua yang dipromosikan kepada mereka, selain berkaitan dengan Aceh Marathon juga tentang wisata di Aceh. Karena tujuan kegiatan ini ada dua, promosi event itu sendiri dan wisata di Aceh,” tungkasnya.

Selain itu, kehadiran Steffy dipercayai sebagai perancang semua teknis rute lari yang akan diikuti oleh peserta. Begitu juga dengan kesiapan perlombaan.

“Pelari itu tidak mau ikut kalau tidak ada ahli jantung, dokter spesialis. Jadi inilah yang dikomunikasi ke para pelari agar semua peserta ketika datang ke Aceh mereka benar-benar nyaman,” tuturnya.

Steffy burase. (Foto: Instagram @ steffyburase)
zoom-in-whitePerbesar
Steffy burase. (Foto: Instagram @ steffyburase)

“Keterlibatan dia di Aceh Marathon hanya sebagai tenaga ahli. Mereka lebih tahu, artinya semua pelari itu mereka yang mengawasi. Karena ada pelari dunia yang ikut makanya memakai tenaga ahli. Kalau hanya lomba lari biasa bisa kita yang awasi saja,” tambahnya lagi.

KPK diketahui mencegah staf khusus event Aceh Marathon 2018, Fenny Steffy Burase ke luar negeri. Steffy diduga memiliki hubungan dekat dengan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Selain Steffy, KPK juga mencegah tiga orang lainnya untuk pergi ke luar negeri. Mereka adalah Nizarli, Rizal Aswandi, dan Teuku Fadhilatul Amri. Pencegahan tersebut berlaku selama enam bulan terhitung sejak Jumat (6/7).

KPK mendalami aliran dana dalam kasus dugaan korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pencegahan staf khusus event Aceh Marathon 2018, Fenny Steffy Burase, ke luar negeri.

"Terhadap saksi (Steffy) ada informasi terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi. Dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara ini," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (9/7).

Hingga berita ini diturunkan Steffy belum memberikan pernyataan kepada media. kumparan telah mencoba menghubungi namun tidak ada jawaban.