Menilik Visi Misi Capres-Cawapres soal Lingkungan Hidup, Energi hingga Agraria
·waktu baca 2 menit

Debat keempat Pilpres 2024 akan diselenggarakan pada Minggu (21/1) mendatang. Kali ini para calon wakil presiden (cawapres) akan beradu gagasan mengenai pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.
Lantas, apa saja visi misi dari masing-masing capres-cawapres mengenai hal ini?
Anies-Cak Imin
Pasangan nomor urut 01, Anies-Cak Imin, telah menyebut beberapa poin dalam visi misinya terkait isu pada debat kedua cawapres. Salah satunya adalah keinginan dalam mempercepat penyelesaian konflik-konflik agraria serta tumpang tindih penguasaan lahan secara menyeluruh melalui pendekatan lintas sektor yang partisipatif dan berkeadilan.
Poin ini tertera dalam misi keempat Anies-Cak Imin dengan judul Membangun Kota dan Desa Berbasis Kawasan yang Manusiawi, Berkeadilan dan Saling Memajukan. Spesifiknya mereka jelaskan dalam bagian reforma agraria.
Selain itu, Anies-Cak Imin juga menyebut kepastian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus melibatkan partisipasi rakyat termasuk masyarakat yang terkena dampak, masyarakat adat, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. Poin tersebut dijelaskan dalam misi ketiganya yang berjudul Mewujudkan Keadilan Ekologis Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 13 data
No | Anies-Cak Imin |
|---|---|
1 | Mengakselerasi program redistribusi tanah
yang adil dan partisipatif, khususnya untuk
petani tak bertanah, petani gurem dalam
skema rumah tangga petani dan koperasi
produksi pertanian; serta dilanjutkan dengan
pemberdayaan masyarakat yang tepat
sasaran dan berkelanjutan dalam rangka
peningkatan kesejahteraan masyarakat
penerima tanah. |
2 | Mempercepat penyelesaian konflik-konflik
agraria serta tumpang tindih penguasaan
lahan secara menyeluruh melalui
pendekatan lintas sektor yang partisipatif
dan berkeadilan; |
3 | Mempercepat pemberian kepastian hak
atas tanah bagi masyarakat melalui upaya
proaktif dari pemerintah dan memperkuat
pengakuan hak ulayat masyarakat adat
atas wilayah dan hutan adat serta seluruh
sumber daya alam di dalamnya melalui
penyederhanaan proses administrasi dan
peningkatan fasilitasi pendampingan; |
4 | Menuntaskan program “Kebijakan Satu Peta”
dan “Kebijakan Satu Data” serta membangun
sistem informasi geospasial berbasis bidang
tanah yang dapat diakses oleh semua warga
negara dan pemerintah untuk memastikan
pemanfaatan tanah dan sumber daya agraria
yang berkeadilan, bertumbuh, dan lestari; |
5 | Mewujudkan pengelolaan SDA yang
berorientasi pada kepentingan nasional
dan keadilan bagi daerah, termasuk dengan
memastikan peningkatan kesejahteraan
masyarakat lokal secara berkelanjutan; |
6 | Mendorong hilirisasi mineral dan batubara
yang berkelanjutan dalam kerangka strategi
industrialisasi guna menciptakan produk
unggulan bernilai tinggi; |
7 | Membentuk Dana Abadi SDA (Resource
Endowment Fund) untuk menggerakkan
ekonomi baru bagi daerah dalam
mengantisipasi menipis dan habisnya
cadangan SDA. |
8 | Upaya perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup dilandaskan pada prinsip
keadilan sosial dan keadilan ekologis,
termasuk keadilan antar generasi; |
9 | Perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup harus melibatkan partisipasi rakyat
termasuk masyarakat yang terkena dampak,
masyarakat adat, perempuan, dan kelompok
rentan lainnya; |
10 | Meningkatkan peran EBT dalam bauran energi
nasional untuk menahan laju perubahan
iklim dan polusi, menghemat devisa, dan
melepaskan diri dari ketergantungan impor
energi; |
Prabowo-Gibran
Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Gibran, mengutarakan komitmennya dalam menindak tegas praktik pertambangan yang merusak lingkungan dan mendorong upaya restorasi, rehabilitasi, dan pemulihan lingkungan terdegradasi untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan produktif.
Program mereka tercatat dalam misi kedua dengan judul memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Tak hanya itu, Prabowo-Gibran juga menunjukkan kesungguhannya dalam mengembangkan ekosistem yang terus mengakselerasi pemanfaatan dan pengembangan sumber daya alam yang berkaitan dengan carbon sink dan carbon offset untuk mengakselerasi target net zero emission dan memanfaatkan kesempatan dari ekonomi hijau.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 13 data
No | Prabowo-Gibran |
|---|---|
1 | Mencegah dan menindak tegas
pelaku pencemaran, perusakan
lingkungan, dan pembakaran
hutan. |
2 | Menindak tegas praktik
pertambangan yang
merusak lingkungan dan
mendorong upaya restorasi,
rehabilitasi, dan pemulihan
lingkungan terdegradasi untuk
mengembalikan fungsi ekologis
lahan produktif. |
3 | Mencegah deforestasi melalui
pemanfaatan areal kurang
produktif/lahan terdegradasi dan
meningkatkan peran serta multipihak dalam pengawasan potensi
kebakaran dan perambahan
hutan. |
4 | Menerapkan standar pengelolaan
sumber daya alam yang
berkelanjutan melalui sistem
sertifikasi produk yang dihasilkan
dari praktik pengelolaan sumber
daya ramah lingkungan. |
5 | Akselerasi rencana dekarbonisasi
untuk mencapai target net zero
emission. |
6 | Mengembangkan ekosistem
yang terus mengakselerasi
pemanfaatan dan pengembangan
sumber daya alam yang berkaitan
dengan carbon sink dan carbon
offset untuk mengakselerasi
target net zero emission dan
memanfaatkan kesempatan dari
ekonomi hijau. |
7 | Mengaktifkan kembali kegiatan
kolektif kemasyarakatan yang
bersifat gotong royong agar
bisa menjalin kembali jalinan
persatuan antar elemen
masyarakat sejak dini. |
8 | Merevitalisasi dan membangun
sebagian besar hutan rusak dan
tidak termanfaatkan menjadi
lahan untuk aren, ubi kayu, ubi
jalar, sagu, sorghum, kelapa, dan
bahan baku bioetanol lainnya
dengan sistem tumpang sari
untuk mendukung pencapaian
kedaulatan energi nasional dan
menciptakan jutaan lapangan
kerja baru. |
9 | Merehabilitasi hutan rusak
menjadi hutan alam, Hutan
Tanaman Industri (HTI), dan hutan
produksi dengan menerapkan
skema PPPP (Public Private People
Partnership) dimana manfaat
terbesar akan dirasakan oleh
masyarakat. |
10 | Menjalankan agenda Reformasi
Agraria untuk memperbaiki
kesejahteraan petani dalam
arti luas sekaligus mendukung
peningkatan produksi di
sektor pertanian, perkebunan,
kehutanan, peternakan,
perikanan., dan kelautan. |
Ganjar-Mahfud
Sementara itu, capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar-Mahfud memiliki keinginan untuk memastikan pengakuan masyarakat adat atas hak ulayat, hutan, tanah, dan sumber daya lainnya sebagai satu kesatuan ekosistem untuk menyejahterakan masyarakat adat.
Program tersebut tertera dalam misi keempat Ganjar-Mahfud mengenai Mempercepat Pemerataan Pembangunan Ekonomi. Selain itu, mereka juga menunjukkan komitmennya dalam industrialisasi yang digerakkan oleh inovasi dan kreativitas. Mereka menyadari Indonesia memiliki rantai pasok yang lengkap, dari mulai bahan mentah, tenaga kerja terampil dan pasar yang besar.
Ganjar-Mahfud akan fokus dalam hilirisasi sumber daya alam pertambangan, perkebunan, pertanian serta perikanan dan kelautan Hal ini yang juga akan difokuskan pada Sumber Daya Alam (SDA) dan mineral di mana Indonesia memiliki keunggulan komparatif untuk menciptakan keunggulan kompetitif dengan menggunakan pilihan teknologi yang berkelanjutan dengan cakupan pasar seluas-luasnya.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 10 data
No | Ganjar-Mahfud |
|---|---|
1 | Pemeliharaan hutan, pemangkasan polusi udara dari emisi kendaraan
dan industri, pembatasan penggunaan plastik, serta transisi energi
menuju net zero emission. |
2 | Moratorium deforestasi dan mempercepat reforestasi, reboisasi,
restorasi, dan rehabilitasi. Meningkatkan konservasi kawasan hutan
sebagai sumber pangan lokal, obat-obatan herbal, air, oksigen, fungsi
klimatologis, dan layanan alam bagi kehidupan masyarakat di sekitar
hutan. |
3 | Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai generator
pembaharuan yang potensinya sekitar 3.700 GW secara bertahap untuk
kebutuhan energi dalam negeri, sehingga porsi EBT di dalam bauran
energi menjadi 25-30% hingga tahun 2029. |
4 | Meminimalkan kerusakan sosial dan lingkungan dengan ganyang plastik
dan gebrak polusi melalui pendekatan reduce, reuse, recycle, repair and
refabricate (5Rs). |
Desa mampu mendayagunakan sumber energi lokal berbasis energi
baru terbarukan untuk memasok kebutuhan energinya, sehingga
menjadi bagian dari gugus penghijauan ekonomi Indonesia. | |
5 | Akselerasi 11 Potensi Maritim (1) Perikanan Tangkap, (2) Perikanan Budidaya, (3) Industri Pengolahan
Hasil Perikanan, (4) Industri Bioteknologi Kelautan, (5) Pertambangan dan
Energi (ESDM), (6) Pariwisata Bahari, (7) Hutan Bakau, (8) Perhubungan
Laut, (9) Sumber Daya Wilayah Pulau-Pulau Kecil, (10) Industri dan Jasa
Maritim, dan (11) SDA Nonkonvensional. |
6 | Penataan alokasi lahan yang efisien dan berkeadilan termasuk
redistribusi dan legalisasi tanah yang bebas dari mafia tanah untuk
memastikan proses administrasi dan dokumentasi lahan yang
transparan, cepat, akurat, dan murah. |
7 | Pengakuan masyarakat adat atas hak ulayat, hutan, tanah, dan sumber
daya lainnya sebagai satu kesatuan ekosistem untuk menyejahterakan
masyarakat adat. |
8 | Mengurangi kesenjangan ekonomi-sosial karena perbedaan dalam
pertumbuhan, pengembangan, dan akses terhadap sumber daya
antardaerah melalui redistribusi sumber daya, investasi infrastruktur,
insentif pajak, atau dukungan keuangan khusus untuk Papua dalam
rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mengurangi
kemiskinan, dan memperbaiki taraf hidup warga hingga yang paling
membutuhkan. |
9 | Industrialisasi yang digerakkan oleh inovasi dan kreativitas. Indonesia
memiliki rantai pasok yang lengkap, dari mulai bahan mentah,
tenaga kerja terampil dan pasar yang besar. Hilirisasi sumber daya
alam pertambangan, perkebunan, pertanian serta perikanan dan
kelautan dilakukan secara menyeluruh hingga menciptakan produk
akhir bernilai tinggi dengan fondasi industri hulu dan kebijakan TKDN.
Hilirisasi difokuskan pada SDA dan mineral di mana Indonesia memiliki
keunggulan komparatif untuk menciptakan keunggulan kompetitif
dengan menggunakan pilihan teknologi yang berkelanjutan dengan
cakupan pasar seluas-luasnya. |
