Menjadi Driver Grab, Cara Andi Menyelami Kerasnya Hidup Sang Ayah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Driver Grab Andi dan ayahnya. (Foto: Dok. Andi)
zoom-in-whitePerbesar
Driver Grab Andi dan ayahnya. (Foto: Dok. Andi)

Like father, like son. Mungkin itu pepatah yang pas untuk menggambarkan kisah Andi Rachman Anwar (27) dan ayahnya, Anwar (61).

Menjadi driver ojek online awalnya hanya pilihan sementara bagi Andi Achmad. Setelah kantor di pekerjaan lamanya gulung tikar, dia menganggur selama sekitar sebulan.

Hingga kemudian ia menemukan informasi pembukaan lowongan pekerjaan sebagai driver Grab pada 2 Februari 2017. Hari itu tepat setahun setelah ibunda Andi meninggal dunia. Dia kemudian memutuskan menjadi driver Grab sebagai pekerjaan sementara sambil tetap mencari pekerjaan lain.

Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)
zoom-in-whitePerbesar
Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)

Warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ini mengaku sempat kaget dengan pekerjaan barunya tersebut. Dia yang biasa bekerja di dalam ruangan dengan ritme yang cenderung stabil dengan mobilitas rendah, kini harus terjun langsung di jalanan.

Panas, hujan, macet, menjadi makanan sehari-hari yang tak dapat dihindari. Andi sempat jatuh sakit karena fisiknya tak kuat.

"Saya ngedrop pas awal-awal. Tapi saya enggak nyerah, bangkit lagi," ujarnya.

Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)
zoom-in-whitePerbesar
Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)

Andi tak mau kalah dengan ayahnya, Anwar (61), yang telah menjadi driver Go-Jek sejak tahun 2015. Bahkan saat itu perjuangan para driver ojek online lebih berat karena upaya penolakan dari ojek pangkalan dan sopir angkot masih begitu tinggi. Dia juga sempat khawatir dengan keselamatan ayahnya waktu itu.

Driver Grab Andi dan ayahnya. (Foto: Dok. Andi)
zoom-in-whitePerbesar
Driver Grab Andi dan ayahnya. (Foto: Dok. Andi)

Semakin lama menjadi driver Grab, Andi mulai memahami pola kerja sebagai driver agar penghasilannya stabil dan lancar. Semakin lama dia menikmati pekerjaan tersebut dan bahkan menjadikannya penghasilan utama. Rencana awalnya untuk mencari pekerjaan lain kini ditepisnya.

"Penghasilannya lumayan kok kalau kita menjadikan ini sebagai pekerjaan utama, malah bisa lebih dari UMR," kata pria yang kerap mengambil orderan di kawasan Rasuna Said tersebut.

Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)
zoom-in-whitePerbesar
Driver Grab Andi bersama teman-temannya. (Foto: Dok. Andi)

Penghasilan rata-rata Andi sebagai driver Grab rata-rata Rp 200 ribu per hari. Selain itu dia tak perlu merasa kehabisan uang saat akhir bulan, karena pemasukan yang diterimanya harian.

Kini sudah setahun lebih Andi menjadi driver Grab. Banyak pelajaran berharga yang ia petik. Pria yang pernah menjadi vokalis band ini mengaku lebih menghargai setiap orang tanpa memandang status sosial mereka.

instagram embed

"Saya merasa jadi lebih tahan banting dan mandiri. Saya juga bisa ngerasain bagaimana kerasnya kerja seorang ayah di jalanan full time demi memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.

Kerasnya kehidupan jalanan menjadi pemecut bagi Andi untuk semakin semangat bekerja. Saat tak sibuk, sesekali dia nongkrong bersama teman-teman band-nya dahulu.