Menjajal Bus Metro Jabar Trans Jatinangor-Dipatiukur yang Dikeluhkan Mengecil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Metro Jabar Trans Koridor 5: Dipatiukur-Jatinangor, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Metro Jabar Trans Koridor 5: Dipatiukur-Jatinangor, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Armada Bus Metro Jabar Trans (MJT) koridor 5, Jatinangor-Dipatiukur, berubah menjadi lebih kecil. Hal itu menuai beragam respons dari masyarakat, karena bikin kapasitas angkut penumpang berkurang.

kumparan mencoba untuk menjajal rute tersebut hari ini, Senin (6/9), saat libur cuti bersama. Tak terlihat antrean penumpang seperti pada hari biasanya, sehingga bisa dengan leluasa memasuki bus dan memilih kursi yang kosong.

Berbeda dari bus sebelumnya yang berukuran besar, bus kali ini hanya menyediakan kapasitas 26 kursi, termasuk 6 kursi untuk penumpang prioritas. Padahal armada sebelumnya dapat menampung 60 penumpang dengan kapasitas kursi sebanyak 30 tempat duduk.

Selain itu, tak banyak ruang bagi penumpang yang berdiri jika bus dalam kondisi penuh. Ruang berdiri yang tersedia hanya bisa diisi oleh 15 penumpang.

Perubahan Rute Putaran

Di koridor 5 rute Jatinangor-Dipatiukur, Dishub Jawa Barat menyediakan 23 armada dengan jarak waktu antar bus lima menit pada jam sibuk, yakni pagi dan sore hari. Sementara untuk jam normal berkisar antara 7-10 menit.

Rute balik dari Jatinangor-Dipatiukur juga mengalami perubahan di putaran balik menuju tol Cileunyi.

Sebelumnya untuk memasuki tol, bus melakukan putar balik di u-turn ABC Cipacing, yang jaraknya lebih dekat dengan bus stop di Cileunyi. Sedangkan saat ini, putaran dilakukan di u-turn Permata Hijau Rancaekek, yang berjarak lebih jauh 3,5 Km.

Suasana bus Metro Jabar Trans Koridor 5: Jatinangor-Dipatiukur, Senin (9/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Sedangkan, untuk rute pemberhentian tidak mengalami perubahan. Rute tersebut di antaranya Jatinangor Town Square, IPDN, Cileunyi B, Tatang Sumantri, Simpang By Pass Soetta, PT Inti, Hotel Horison, Bandung Creative Hub, SPBU Ahmad Yani, Lapangan Supratman, Pusdai, Lapangan Gasibu, dan Panatayuda.

Harga tiket untuk Bus Metro Jabar Trans dikenakan tarif Rp 4.500 per orang dan dapat dibayar menggunakan e-money ataupun qris.

Nunggu Sampai Sejam

Di tengah perjalanan, kumparan juga mencoba berbincang dengan salah seorang penumpang, Astri (20), yang biasa menggunakan bus koridor 5 untuk berangkat kuliah. Kali ini, ia menggunakan bus untuk pulang ke rumahnya seusai kerja kelompok di Jatinangor.

Astri menceritakan, kalau hari biasa dirinya bisa menunggu hingga sejam untuk bisa pulang dari Jatinangor ke Dipatiukur. Namun, karena hari ini masih dalam waktu cuti bersama Idul Adha waktu tunggu lebih cepat karena jumlah penumpang jauh lebih sedikit.

“Sekarang emang lagi sepi karena pada libur. Kuliah juga belum masuk lagi. Kalau hari biasanya ramai, apalagi deket-deket sore menjelang maghrib itu bisa sampai nunggu sejam lebih,” tuturnya, Senin (9/6).

Suasana penumpang yang menaiki bus Metro Jabar Trans Koridor 5: Jatinangor-Dipatiukur, Senin (9/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Astri berharap armada bus koridor 5 dapat kembali seperti semula sehingga tidak perlu berdesakan.

“Penginnya sih kayak dulu lagi ya, walaupun kadang harus berdiri tapi enggak desak-desakan banget lah,” ungkapnya.

Penjelasan Dishub Jabar

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar, memberi penjelasan terkait perubahan ukuran armada bus Metro Jabar Trans.

Dhani mengatakan, pergantian armada bus berdasarkan hasil evaluasi. Sebab, bus lama sudah butuh peremajaan karena usia tua.

“Kami Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) sebagai regulator telah melakukan evaluasi dalam rangka perbaikan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, Metro Jabar Trans (MJT),” kata Dhani dalam keterangannya, Senin (9/6).

“Peremajaan dan pergantian armada bus ini dilakukan oleh PT Jasa Sarana dikarenakan armada sebelumnya sudah melampaui usia pakai seharusnya,” sambungnya.

Metro Jabar Trans Koridor 5: Dipatiukur-Jatinangor, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Dhani mengatakan, pergantian armada bus ini bersifat sementara. Sebab, perusahaan tengah mengadakan bus listrik dengan ukuran yang sama seperti bus lama. Targetnya pembangunan depo bus listrik ini akan rampung tahun 2027.

“Perubahan jenis unit ini bersifat sementara hingga pembangunan depo bus listrik rute Dipatiukur-Jatinangor rampung dan dapat digunakan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk rute putaran yang berubah, Dishub Jabar akan melakukan evaluasi dengan memperpendek putaran.