Menjalin Keakraban dari RI Bisa Bantu Jemaah Haji Lansia Aman Jalani Ibadah
·waktu baca 2 menit

Pelayanan terhadap jemaah lansia menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji 2023. Ada sejumlah perbaikan yang bisa dilakukan agar pelayanan terhadap jemaah lansia makin baik.
Anggota Amirul Haj, Noor Achmad, sempat mengecek pelayanan di Sektor 1 Mahbas Jin, Makkah. Dia didampingi anggota lainnya, Fadlu Imansyah dan Machendro Setyo Atmaja.
Noor mengatakan, sejauh ini pelayanan terhadap lansia di sektor 1 sudah baik. Petugas menjalankan pelayanan sesuai dengan SOP yang ada.
Memang bila melihat dari jumlah lansia dibandingkan dengan jumlah petugas sangat berbeda jauh. Untuk itu, Noor menerima masukan untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan.
"Kita mengambil saran lansia perlu didampingi kalau tidak keluarganya ya petugas yang lebih banyak dan variatif dengan pendekatan trauma healing pendekatan psikologis dan qalbunya," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas RI itu, Sabtu (24/6).
Tahun ini, pemerintah memutuskan tidak ada keberangkatan untuk pendamping lansia. Dengan jumlah lansia mencapai 67 ribu, tidak adil bila memberangkatkan pendamping yang artinya memotong antrean jemaah reguler lainnya.
Noor mengatakan, hal ini bisa ditangani dengan pendekatan antarjemaah sejak dari tanah air. Dengan begitu, jemaah bisa saling menjaga satu sama lain.
"Ada beberapa saran yang muncul yaitu dibangun keakraban dari Indonesia sehingga di sini bisa jadi keluarga besar. Sehingga lansia tidak merasa asing ke sininya kalau sudah merasa keluarga," jelas dia.
Kemudian, PPIH juga sudah menyiapkan pola pola ibadah yang sangat meringankan bagi jemaah lansia. Para kepala sektor juga sudah meminta para jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah.
"Oleh karena itu Bimbad perlu pendekatan khusus. Lansia gunakan rukhsoh sesuai syariat Islam," ucap dia.
