Menkes: 75 Persen Penduduk Indonesia Punya Masalah Gigi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers usai agenda Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 tahun 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers usai agenda Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 tahun 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masalah gigi menjadi persoalan kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebanyak 75 persen penduduk Indonesia disebut memiliki masalah gigi.

Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Budi mengatakan, pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut telah menjangkau 60 juta orang tahun lalu dan 88 juta orang hingga Agustus 2026. Pemerintah menargetkan 130 juta orang menjalani pemeriksaan sepanjang tahun ini, sebelum diperluas menjadi 280 juta orang setiap tahun mulai 2029.

“Dan yang mengejutkan saya, masalah terbesar adalah masalah gigi. Sebanyak 75 persen penduduk Indonesia memiliki masalah gigi,” kata Budi dalam paparannya.

Ilustrasi periksa gigi ke dokter. Foto: Shutterstock

Menurut Budi, persoalan kesehatan gigi masyarakat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kebiasaan menyikat gigi yang belum benar.

“Kita tidak menyikat gigi dengan benar, kita tidak memiliki cukup dokter gigi, dan kita tidak memiliki cukup kursi perawatan gigi untuk memeriksa status atau kondisi kesehatan gigi,” ujarnya.

Juga Soroti Masalah Obesitas

Selain masalah gigi, Budi turut menyinggung obesitas sebagai persoalan kesehatan terbesar kedua yang ditemukan dalam pemeriksaan. Kata Budi, obesitas dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan yang berkontribusi terhadap penyakit serius.

“Masalah terbesar kedua, saya agak malu mengatakannya, adalah obesitas. Obesitas dapat menyebabkan hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang dapat berkontribusi terhadap empat penyebab kematian terbesar di Indonesia, yaitu stroke, serangan jantung, masalah ginjal, dan masalah hati,” tutur Budi.

Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Budi mengatakan, temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sejak awal. Menurutnya, upaya menjaga masyarakat tetap sehat akan lebih efisien dibandingkan mengobati mereka ketika sudah jatuh sakit

“Jika kita dapat mengendalikan kesehatan penduduk, hal itu akan meningkatkan usia harapan hidup dengan biaya yang paling efisien. Sebab, tugas kita adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati orang yang sudah sakit,” kata dia.