Menkes Bagikan Tips Hidup Sehat: Olahraga, Tidur, Meditasi, dan Cek 4 Angka

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto:  Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan beberapa tips hidup sehat dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan pada Jumat (9/10).

Ia menekankan bahwa tugas utama Kementerian Kesehatan adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya menyembuhkan orang sakit.

"Orang ingin hidup panjang dan sehat. Nah, bagaimana caranya? Sebagai Menteri Kesehatan, saya paham ada banyak jebakan yang sering dialami. Banyak Menteri Kesehatan percaya bahwa kalau ingin hidup panjang dan sehat, Anda harus punya kapasitas besar untuk menyembuhkan orang sakit," papar Budi.

"Lalu saya sadar, mengapa namanya Kementerian Kesehatan, bukan Kementerian Penyakit, Kementerian Dokter, atau Kementerian Pengobatan? Karena tugas Anda sebenarnya adalah menjaga orang tetap sehat, bukan hanya menyembuhkan orang sakit," sambungnya.

Dia pun kemudian membagikan tips hidup sehat. Mulai dari makan hingga tidur secukupnya.

"Jangan makan berlebihan, berolahraga 30 menit sehari, lima hari seminggu, zona dua, sesuai rekomendasi WHO, lalu tidur 7 jam 30 menit," ujarnya.

Budi juga menyarankan masyarakat memantau kualitas tidur dan kondisi tubuh lewat jam pintar.

"Gunakan jam Garmin Anda untuk melihat apakah HRV Anda baik atau tidak, dan bermeditasi. Karena stres akan mengejar Anda, kadar kortisol Anda akan naik," katanya.

Budi kemudian menyinggung program cek kesehatan gratis dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut memeriksa empat hal utama yang angkanya perlu dijaga masyarakat:

1. Tekanan darah, dijaga di bawah 120/80.

2. Gula darah (HbA1c), diperiksa sekitar tiga bulan sekali dan dijaga di bawah 5,7.

3. Kolesterol, terutama LDL, dijaga di bawah 100.

4. Indeks massa tubuh (BMI).

Untuk BMI, Budi memberi cara sederhana mengukurnya. Yakni berat badan dibagi dengan tinggi badan kuadrat.

"Berat badan dibagi tinggi badan kuadrat, yang sangat sulit, jadi cara terbaik mengukurnya adalah saat Anda membeli celana jeans: kalau ukurannya di atas 32, berhati-hatilah," ujarnya.

Ia menyebut, apabila keempat hal itu terkendali, risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal bisa dicegah. Ketiganya, kata Budi, termasuk penyebab kematian terbanyak di Indonesia, yakni pembunuh nomor satu, nomor dua, dan nomor empat.

"Kalau Anda mengendalikan keempat hal ini, Anda tidak akan terkena stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal. Dan mudah-mudahan Anda akan hidup sampai 76 tahun," kata Budi.

Angka 76 tahun itu merujuk pada rata-rata usia harapan hidup di Malaysia yang ia bandingkan dengan Indonesia dalam paparannya.

Di hadapan para duta besar dan tamu undangan, Budi pun mendoakan agar mereka berumur lebih panjang dari rata-rata tersebut.

"Untuk Anda semua di meja ini, saya doakan Anda hidup lebih dari 84 tahun. Untuk Anda, bonusnya sampai 95," ucapnya.

Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah