Menkes: Banyak Daerah Kurangi Tes Corona karena Mau Jadi Zona Hijau

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) menjawab pertanyaan awak media di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Foto: Dok. Kemenkes
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) menjawab pertanyaan awak media di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Foto: Dok. Kemenkes

Menkes Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti ancaman varian corona baru. Kasus bisa tiba-tiba meledak apabila tidak segera terdeteksi.

Apalagi, 3 dari 4 varian baru yang berbahaya sudah masuk Indonesia. Mereka adalah varian B117 Inggris, B1617 India, dan B1351 Afrika Selatan.

Menkes berpesan agar daerah untuk selalu tancap gas dalam testing. Jangan justru mengurangi demi label zonasi.

"Dinkes, testing dan tracing diperbanyak. Terutama Forkopimda ni, banyak dari mereka yang ingin zona kuning dan hijaunya banyak testing disedikitin. Ini bisa meledak, apalagi ada mutasi baru," kata Budi dilihat di Youtube Kemenkes, Selasa (18/5).

Dengan adanya mutasi baru, Dinkes harusnya makin rajin dan kuat testing dan tracingnya. Ia mengibaratkan peran testing seperti intelijen.

"Kita mesti lebih agresif testing supaya tahu virusnya di mana. Testing kayak intel, kalau intelnya lengah, teroris masuk, bomnya meledak. Lebih baik kita intelnya," tuturnya.

Sejauh ini sudah ada 26 kasus varian baru di Indonesia. Yang terbaru 2 kasus yakni varian Afsel dan Inggris ditemukan di Jawa Timur.