Menkes: Banyak yang Ingin Booster, tapi Tolong Nakes yang Berjuang Hidup Mati
·waktu baca 2 menit

Pemberian suntikan vaksin ketiga atau booster di Indonesia hanya diperbolehkan bagi para tenaga kesehatan. Tingginya risiko terpapar COVID-19 menjadi alasan mengapa mereka yang didahulukan.
Baru-baru ini, beredar banyak kabar terkait adanya pihak yang bukan tenaga kesehatan meminta untuk diberikan booster. Apalagi booster yang dipakai merupakan vaksin dengan efikasi tinggi yaitu Moderna. Tentu ini menjadi incaran banyak orang meski bukanlah haknya.
Atas maraknya permintaan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa suntikan booster hanyalah untuk tenaga kesehatan. Untuk masyarakat umum, saat ini masih ada sekitar 140 juta orang yang masih menunggu untuk mendapatkan vaksin.
"Saya tahu banyak yang ingin dapat booster tapi tolong berikan itu ke nakes yang harus berjuang mati hidup dalam peperangan pandemi, dan diutamakan 140 juta rakyat indo yang belum dapat akses vaksin,' jelas Budi dalam keterangan pers virtual, Senin (2/8).
Vaksin ketiga untuk tenaga kesehatan tersebut menurut Budi telah didistribusikan ke seluruh provinsi. Maka dari itu, perlu adanya percepatan pemberian booster agar para tenaga kesehatan semakin terlindungi.
"Untuk itu kami memastikan bahwa dengan vaksinasi ketiga dan booster dengan Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita. Sudah didistribusikan ke seluruh prov dan saya mohon sekali itu segera disuntikkan ke seluruh nakes kita agar mereka lebih siap menghadapi pasien-pasien masuk," tambahnya.
Ia kembali menegaskan bahwa meminta booster padahal ada ratusan juta rakyat yang sama sekali belum menerima vaksin merupakan tindakan yang tidak etis.
"Dan saya pesankan ke semua masyarakat, tolong secara etika masih banyak rakyat Indonesia yang belum dapat vaksin. Ada 140 juta yang belum dapat dosis pertama," pungkas Budi.
