Menkes Berduka: Ayah Dokter Aulia, Korban Bullying PPDS Undip, Meninggal di RSCM
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut berbelasungkawa atas wafatnya ayah dari almarhumah dokter Aulia Risma Lestari, Moh Fakruri.
Aulia merupakan dokter yang sedang mengikuti Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Anestesi FK Universitas Diponegoro (Undip) bertempat di RSUP Dr Kariadi, Semarang. Muncul dugaan dia meninggal dunia karena bunuh diri karena tak tahan menjadi korban bullying senior PPDS.
"Tadi malam (ayah dokter Aulia) sekitar jam 01.00 wafat," kata Budi kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (27/8).
"Saya sudah ucapkan belasungkawa, ya mudah-mudahan diberikan kekuatan dan ketabahan," imbuhnya.
Budi mengatakan, dia sempat ke rumah orang tua Aulia di Tegal dan melihat kondisi kesehatan Moh Fakruri yang sudah menurun. Dia sudah menawarkan kepada pihak keluarga, agar Fakruri dirawat.
"Ini bapaknya harus dirawat, karena bapaknya kondisinya buruk," ucap Budi.
Sempat ditawari untuk dibawa ke RS Kariadi, namun keluarga tak mau karena anak mereka dokter Aulia menjadi korban bullying di RS tersebut. Akhirnya ditawari untuk dirawat ke RSCM.
"Bapaknya dibawa ke RSCM. Jadi mereka sudah ada di RSCM sekitar berapa, 3 hari 4 hari, cuma memang kondisinya berat," kata Budi.
Soal apakah kondisi Fakruri memburuk karena kematian anaknya, Budi tak ingin berspekulasi. Namun yang pasti, katanya, ayah Aulia sakit usai kematian anaknya.
"Dia masuknya ke rumah sakit memang sesudah kematian (dokter Aulia)," ucap Budi.
Dokter Aulia adalah dokter di RSUD Kardinah Kota Tegal yang ditugaskan sekolah ke PPDS Undip Prodi Anestesi. Dugaan bullying kepadanya membuat Kemenkes menghentikan sementara Prodi Anestesi Undip hingga pengusutan selesai.
