Menkes Cek Kompi Kesehatan Batalyon TP: Siap Hadapi Ancaman Bencana-Bio Security

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkes Budi Gunadi Sadikin usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin usai meninjau batalyon teritorial pembangunan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mengecek kesiapan Batalyon Teritorial Pembangunan 843/Patriot Yudha Vikasa di Wanajaya, di Bekasi, pada Rabu (20/8). Tinjauan ini dilakukan dalam rangka memastikan fungsi kompi kesehatan yang ada di batalyon tersebut.

Para menteri melakukan pengecekan menggunakan helikopter dan kembali mendarat di Monas. Ada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menkeu Sri Mulyani, dan Mentan Amran Sulaiman.

"Jadi tindak lanjut dari meeting ini adalah kami nanti akan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan untuk memastikan bahwa kompi kesehatan yang ada di setiap batalyon ini bisa menjalankan dua fungsi," ujar Budi usai tinjauan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Budi menjelaskan, kompi kesehatan di batalyon itu disiapkan untuk menghadapi adanya ancaman bio security ataupun pandemi yang akan terjadi di masa mendatang.

"Fungsi yang pertama adalah fungsi pertahanan dari ancaman bio security atau juga ancaman pandemi yang kemarin kita alami bersama yang membunuh jutaan manusia di seluruh dunia," jelas dia.

Sejumlah perwira tinggi dan prajurit TNI melakukan defile usai Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara (Lanud) Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Selain itu, lanjutnya, ada pula fungsi untuk penanganan bencana. Mengingat, Indonesia cukup rawan terjadi bencana.

"Fungsi yang kedua adalah fungsi keamanan di mana batalyon-batalyon ini yang ada kompi kesehatannya bisa merespons dengan cepat kalau ada bencana alam yang 3.000-4.000-an setahun terjadi di seluruh Indonesia," jelas dia.

Dia berharap, dengan kehadiran kompi kesehatan di batalyon tersebut bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

"Sehingga dua fungsi baik pertahanan dan keamanan dari sektor kesehatan untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat Indonesia itu kita bisa dibantu oleh TNI," ungkapnya.

Adapun batalyon teritorial pembangunan ini sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tahun ini, sudah ada 100 batalyon yang telah diresmikan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.