Menkes Imbau Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau Tak Keluar Rumah Sepekan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengenakan masker saat debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menyelimuti permukiman warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, setelah material erupsi terbawa angin hingga ke rumah warga, Rabu (19/8/2026). Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengenakan masker saat debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menyelimuti permukiman warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, setelah material erupsi terbawa angin hingga ke rumah warga, Rabu (19/8/2026). Foto: Istimewa

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama sepekan.

Imbauan ini disampaikan karena abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan, mata, dan kulit.

Menurut Budi, dampak utama abu vulkanik terhadap kesehatan adalah pada sistem pernapasan. Kandungan silika dalam abu vulkanik dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi merusak paru-paru.

"Masalah kesehatannya memang nomor satu adalah pernapasan, Bapak Presiden. Karena itu ada silikanya yang bisa merusak paru-paru," kata Budi saat rapat daring membahas penanganan bencana bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terkait pasien BPJS meninggal dunia. Foto: Zahira Hilman/kumparan

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak keluar rumah selama sepekan. Jika memang harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker.

"Untuk kesehatan sebaiknya seminggu ini jangan keluar rumah. Kalaupun keluar rumah mesti memakai masker," ujarnya.

Selain pernapasan, Budi mengingatkan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kesehatan mata. Partikel abu dapat masuk ke mata sehingga masyarakat disarankan menggunakan kacamata apabila harus keluar rumah.

"Masalah kesehatan yang kedua adalah mata, Bapak Presiden. Karena bisa masuk ke mata. Jadi sebaiknya jangan keluar rumah juga, kalau keluar rumah mesti memakai kacamata," katanya.

Budi juga mengingatkan dampak abu vulkanik terhadap kulit. Menurutnya, partikel abu yang menempel pada kulit memiliki tekstur tajam sehingga dapat menimbulkan gangguan pada kulit.

"Dan masalah yang ketiga adalah masalah kulit karena debunya nempel dan itu tajam," ujar Budi.

Untuk melindungi kulit, masyarakat yang harus keluar rumah disarankan mengenakan pakaian tertutup, termasuk baju lengan panjang dan celana panjang.

"Kalau keluar rumah diharapkan memakai baju panjang dan celana panjang," katanya.