Menkes Ingatkan Bahaya Stroke di Kalangan TNI-Polri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).
 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab kematian tertinggi anggota TNI-Polri adalah stroke hingga serangan jantung. Jumlah kematian akibat penyakit ini lebih banyak ketimbang akibat tembakan senjata api dan sabetan senjata tajam.

“Sehebat-hebatnya TNI-Polri yang meninggal tertembak, kebacok, ketusuk (jumlahnya) jauh lebih sedikit daripada stroke, jantung. Percaya sama saya,” kata Budi dalam acara Kick Off Program CKG dan Skrining TBC di Pulau Nusakambangan pada Senin (29/6).

“Lebih banyak tentara-polisi meninggal karena stroke, diabetes, jantung, dibanding ketembak-tertusuk di lapangan,” ujar Budi.

Untuk itu, Budi menekankan pentingnya upaya untuk mengecek kesehatan secara berkala. Terlebih, sekarang ada program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Itu sebabnya harus dijaga dari lemak darah, gula darah, dan tekanan darah,” ucap Budi.

“Kalau tiga ini dijaga, penyebab kematian nomor 1 itu stroke, kedua jantung, kanker, dan ginjal. Kalau ketiga tadi dijaga, penyakit nomor 2, dan 4, itu bisa terkendali,” tambah dia.

Kata Budi, bila masyarakat bisa menjaga 3 indikator kesehatan tersebut, maka angka harapan hidup bisa mencapai usia 74 tahun.