Menkes Jamin Keamanan Aplikasi SatuSehat: Seperti Kartu Kredit dan ATM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat meresmikan Gedung RSCM Kanigara, Jakarta (3/3/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat meresmikan Gedung RSCM Kanigara, Jakarta (3/3/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjamin keamanan data pengguna di platform SatuSehat.

Menurut Budi keamanan data di SatuSehat layaknya keamanan data pada kartu kredit dan ATM.

Hal tersebut disampaikan Budi usai meresmikan gedung Kinagara di RSCM Jakarta. Selain memudahkan pasien, Budi juga menyebut aplikasi SatuSehat akan sangat membantu dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Pernah pakai ATM bank lain enggak buat tarik uang? Pernah? Pada saat kita pakai ATM bank lain takut enggak datanya muter-muter ke bank lain? Kan enggak takut kan. enggak takut kalau hilang,” tanya Budi pada jumpa pers, Jumat (3/3).

Budi menjelaskan, masyarakat tak perlu takut akan keamanan datanya.

“Saya ingin bikin datanya minimal sama kayak data perbankan aja. Kartu kredit kalau kita keluar negeri, gesek, itu sebenarnya data kita diakses dari luar negeri, teman-teman enggak merasa takut, ya karena itu memang sudah ada sistem keamanannya. Jadi don’t worry, keamanan data itu secara internasional di perbankan sudah ada, di defense sudah ada, semua ada” jelas Budi.

SatuSehat nanti akan mengintegrasikan semua data pasien di satu platform sehingga akan mempermudah informasi terkait riwayat pasien. Data-data pasien itu akan bersirkulasi di semua layanan kesehatan sehingga akan membantu dua pihak, pasien dan dokternya.

“Jadi bayangin misalnya sebelum ke RSCM, RSCM kan rumah sakit rujukan paling tinggi, misalnya untuk urologi, ada orang yang kena penyakit, misalnya Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, kemudian enggak ada dokter spesialisnya. Dia kan harus rujuk ke sini,” ungkap Budi.

Menurut Budi, dengan aplikasi SatuSehat semua data pasien lengkap tercatat, sehingga dokter bisa menjadikannya rujukan.

Aplikasi SatuSehat Mobile, sebelumnya bernama PeduliLindungi Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

“Nah yang kita bikin dengan Satu Sehat, begitu dia dirujuk, sebelum pasien yang dirujuknya berangkat, data lengkapnya sudah bisa dilihat sama dokter di sini. Dia pernah periksa darah seperti ini, kemarin tindakannya begini, dua hari yang lalu gini, tiga hari yang lalu gini, karena semuanya terintegrasi bukan hanya antarrumah sakit, tapi rumah sakit dengan lab, seperti prodia, dan rumah sakit dengan puskesmas serta rumah sakit dengan apotek,” lanjut Budi.

SatuSehat sendiri adalah platform besar yang produknya adalah Satu Sehat Mobile. Aplikasi ini adalah bentuk baru dari PeduliLindungi.

Akan tetapi SatuSehat Mobile memiliki fungsi yang berbeda karena tidak akan berfokus hanya pada data terkait COVID-19. Melainkan aplikasi tersebut akan menghimpun data seluruh pengguna terkait riwayat medisnya.

Begitupun aplikasi tersebut akan mempermudah layanan administratif yang kerap kali memperpanjang proses berobat. Adapun per 1 Maret kemarin seluruh aplikasi PeduliLindungi akan meminta pembaruan bila dibuka, nantinya jika dipilih aplikasi tersebut akan menjadi Satu Sehat Mobile.