Menkes: Jokowi Minta Booster Dipercepat, Bisa Tekan Kematian COVID-19
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi telah selesai memimpin rapat terbatas (ratas) evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Istana Kepresidenan Jakarta siang ini. Salah satu hal yang dibahas terkait kenaikan kasus COVID-19 dan percepatan booster.
Dalam keterangan persnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, angka hospitalisasinya (yang dirawat di RS) masih relatif sangat rendah. Lalu menurut Budi, apabila dibandingkan dengan angka fatalitasnya juga masih relatif sangat rendah.
“Di bawah standar WHO, dan perlu kami sampaikan secara persentase yang meninggal karena kita konsentrasinya ke sana, yang meninggal paling tinggi adalah orang yang belum divaksin atau yang divaksin baru satu kali sedangkan yang sudah divaksin dua kali jauh menurun persentase fatalitasnya,” kata Menkes Budi, Senin (18/7)
“Yang wafat kalau terkena dan yang dibooster sudah sangat menurun persentase yang wafatnya atau yang kena,” tegas Menkes Budi lagi.
Diketahui, data kemarin kasus konfirmasi sebanyak 3540, sembuh 2574 dan meninggal 10 orang. Ini disebabkan munculnya sub varian COVID-19 BA.4 dan BA.5.
Atas dasar itu, Jokowi memerintahkan agar vaksinasi booster dipercepat kepada masyarakat.
“Bapak presiden memberikan arahan agar vaksinasi booster itu dipercepat, beberapa kegiatan masyarakat nanti akan kita minta agar diwajibkan vaksinasi booster dengan tujuan untuk melindungi masyarakat kalau terkena jangan sampai masuk RS dan jangan sampai wafat,” tandas Menkes Budi.
