Menkes: Kasus COVID-19 Terus Naik karena Varian XBB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kasus COVID-19 telah mengalami kenaikan sejak 3 minggu terakhir. Hal itu disebabkan karena adanya 3 varian baru yang masuk ke Indonesia, yaitu XBB, BA2.75, dan BQ1.

Kasus Covid hari ini bertambah 3.828 kasus dengan total kasus aktif 37.486 kasus. Sementara jumlah orang yang meninggal hari ini masih tinggi, ada 42 orang.

"Kita lihat ada kenaikan dari jumlah kasus dan hospitalisasi. Kematian rata atau sedikit sekali kenaikannya. Ini terjadi sudah 3 minggu," kata Budi usai rapat dengan Komisi IX, BPOM, dan BKKBN terkait penanganan stunting di Gedung DPR RI, Senin (7/11).

Budi membeberkan, ciri-ciri dari ketiga varian virus baru tersebut. Ketiganya memiliki ciri kenaikan yang cepat, turun dengan cepat dan juga menyebabkan kematian yang cepat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Ciri-ciri ketiga varian ini, mereka naiknya cepat sekali. Tapi turunnya juga cepat sekali. Kematiannya cepet juga naiknya, tapi turunnya juga cepet," ucapnya.

Budi juga mencontohkan kasus yang terjadi di Singapura. Ketiga varian virus COVID itu memiliki pola lebih tinggi dari pada varian BA4 dan BA5, tetapi lebih rendah daripada BA1.

"Nah data menunjukkan bahwa 3 varian ini itu di atas BA4 BA5, tapi jauh di bawah BA1 BA2," lanjut Budi.

Budi mengatakan, dalam kasus varian BA4 dan BA5 Indonesia selama sehari mencapai angka 20 ribu orang yang terkena, sedangkan BA1 dan BA2 mencapai angka 60 ribu. Sehingga ke depannya kasus COVID di Indonesia masih memungkinkan untuk terus naik.

Infografik Gejala Corona Varian XBB Foto: kumparan

"Jadi harusnya kalau kita sama dengan Singapura, dia itu sedikit di atas 20 ribu per hari tapi di bawah 60 ribu, kalau sama dengan kejadian di Singapura. Sekarang kita masih sekitar 5 ribuan per hari. Jadi kemungkinan masih akan naik," jelas dia.

Lebih lanjut, Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan melakukan vaksin booster.

"Jadi pesan saya ke masyarakat 2 hal aja. Untuk melindungi dari penularan pakai masker, untuk melindungi dari masuk RS mesti booster," tandas Budi.