Menkes: Oksigen Industri Dialihkan ke RS, Bantu Atasi Lonjakan Corona

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6).  Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Dampak lonjakan kasus corona mempengaruhi tingkat keterisian rumah sakit dan ketersediaan tabung oksigen bagi pasien bergejala berat. Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan suplai oksigen saat ini masih cukup.

Namun, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan produsen oksigen untuk mengalihkan oksigen industri ke rumah sakit untuk menambah kebutuhan oksigen medis.

"Oksigen yang ada itu cukup. Kita memiliki kapasitas produksi oksigen di Indonesia itu sebagian besar untuk oksigen industri-industri 75%, hanya 25% yang untuk oksigen medis," kata Budi dalam jumpa pers virtual di YouTube Kemenkes, Jumat (25/6).

"Nah, kami sudah mendapatkan komitmen daripada supplier-supplier oksigen ini, bahwa mereka bisa mengalihkan kapasitas oksigen industri ke medis. Kapasitas oksigen industri itu bisa diisi oleh perusahaan-perusahaan oksigen asing lainnya," imbuh dia.

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Budi menerangkan ada produsen oksigen lokal yang bisa menyuplai hingga 90% untuk rumah sakit. Dengan komitmen yang sudah dijanjikan, diharapkan produsen ini dapat menambah suplai oksigen di rumah sakit menjadi tiga kali lipat.

"Jadi ada perusahaan oksigen lokal, dia memang memproduksi hampir 90% dari oksigen di rumah sakit-rumah sakit. Kapasitas perusahaan tersebut itu baru terpakai 25%, yang 75%-nya atau 3 kali lipat lebih besar itu, digunakan untuk industri," jelas Budi.

"Kapasitas perusahaan ini adalah 75% ini siap yang diberikan untuk menyuplai oksigen di rumah sakit. Ya sehingga dengan demikian kita masih punya room cukup," tambah dia.

Sejumlah agen oksigen di Yogyakarta kehabisan stok oksigen. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dengan adanya suplai ini, Budi memastikan tabung oksigen di rumah sakit tak kurang. Menurutnya, kondisi yang terjadi adalah lambatnya perputaran tabung oksigen akibat lonjakan kasus corona.

Budi pun meminta pihak rumah sakit lebih sering mengisi tabung oksigen daripada menambah jumlahnya.

"Karena sekarang penggunaannya lebih sering, ya, mungkin seminggu sekali diganti atau tiga hari sekali diganti. Nah, isinya adalah banyak yang benar tabungnya, supaya enggak terlalu sering," papar Budi.

"Enggak perlu [ditambah] walaupun jumlah pemakaiannya lebih banyak. Enggak usah dari 2 dibikin jadi 4 atau 8. Tapi lebih sering diisi, misalnya menjadi 2 hari sekali," tandasnya.

kumparan post embed