Menkes: Omicron BA.2 Tak Sebabkan Lonjakan, Hidup Bisa Lebih Bebas

4 April 2022 17:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin gelar konferensi pers dan pemberian arahan mengenai hasil Sero Survei Nasional dan Percepatan Vaksinasi bagi Lansia kepada Gubernur seluruh Indonesia di Gedung C Kemendagri, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin gelar konferensi pers dan pemberian arahan mengenai hasil Sero Survei Nasional dan Percepatan Vaksinasi bagi Lansia kepada Gubernur seluruh Indonesia di Gedung C Kemendagri, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk tidak perlu lagi khawatir dengan sub varian Omicron BA.2.
ADVERTISEMENT
Dia menerangkan, menurut pantauan, varian tersebut tidak berpotensi menimbulkan lonjakan di Indonesia seperti Omicron dan Delta.
Menurutnya, hal ini terjadi karena tingginya imunitas masyarakat terhadap COVID-19 baik melalui paparan dan vaksinasi. Budi pun yakin ke depannya masyarakat akan bisa hidup lebih bebas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Pemerintah menyadari lonjakan kasus yang ada di Eropa dan juga di Cina itu disebabkan oleh varian baru Omicron BA.2. Varian ini juga sudah masuk dan menjadi varian yang dominan di Indonesia," kata Budi dalam konpers virtual PPKM di YouTube Setpres, Senin (4/4).
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa imunitas masyarakat Indonesia sudah tinggi terhadap varian baru sehingga diprediksi tidak akan menyebabkan adanya lonjakan kasus.
"Kami beruntung dengan kondisi imunitas masyarakat Indonesia yang cukup tinggi sehingga varian baru ini tidak menyebabkan adanya lonjakan kasus di Indonesia. Berdasarkan kondisi ini, pemerintah yakin kita bisa lebih melakukan aktivitas secara lebih bebas," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Budi menggemakan pesan Presiden Jokowi bahwa setelah 2 tahun, masyarakat Indonesia boleh kembali menikmati Ramadhan tahun ini bersama-sama dan pergi mudik.
Tetapi Budi meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menerapkan prokes ketat saat berkumpul.
"Jangan lupa bahwa yang belum vaksin atau vaksin baru sekali tetap harus tes PCR [sebelum mudik].Yang sudah dua kali masih perlu tes antigen dan yang sudah vaksin booster lengkap tidak perlu tes apa-apa," terangnya.
"Jadi dengan demikian pemerintah tetap berhati-hati. Kita tetap boleh melakukan ibadah puasa dan juga mudik tapi juga harus dengan melengkapi dosis vaksinasi," tambah dia.
Budi berharap dengan adanya perbaikan kondisi COVID-19, masyarakat semakin menyadari bahwa tanggung jawab kesehatan terhadap pandemi ini ada di tangan masing-masing.
ADVERTISEMENT
Selama masyarakat disiplin menerapkan prokes dan mendukung vaksinasi, Indonesia akan cepat berubah status dari pandemi ke endemi.
"Selama masyarakat semakin siap menyadari apa yang harus dilakukan menghadapi pandemi ini, itu akan menunjukkan bahwa kita siap untuk bertransisi dari pandemi menjadi endemi," pungkas dia.