Menkes Prediksi Puncak Varian XBB Capai 20 Ribu Kasus Per Hari pada Desember
·waktu baca 2 menit

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sub-varian XBB di Indonesia diprediksi akan mencapai puncak gelombang pada Desember hingga Januari 2023.
Menkes Budi menyebut, dilihat dari pola kasus penularan yang terjadi di Singapura, maka jumlahnya pada saat puncak gelombang nanti mencapai 20 ribu kasus di Indonesia.
“Kalau mengikuti pola Singapura, harusnya dalam satu bulan ke depan naik mendekati angka 20 ribu per hari, sama seperti Agustus kemarin. Singapura Xbb sempat membawa kasus per-harinya capai 8.500, sekarang Indonesia ada 5.000-an,” ujar Budi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (8/11).
"Dalam waktu 1,5 bulan puncak ini akan kita capai, berapa nanti kita lihat. Di bulan Desember pasti sudah keliatan puncaknya atau di awal Januari," imbuhnya.
Berdasarkan pengamatannya, sub-varian Xbb memiliki karakteristik cepat menular namun mudah turun kembali. Saat ini Singapura melaporkan kasus di bawah angka 4000 per hari.
Sebagai persiapan menghadapi puncak gelombang, ungkap Menkes Budi, pemerintah sudah memastikan kapasitas bed rumah sakit mampu menampung seluruh pasien yang terinfeksi COVID-19 dan yang segera mendapat penanganan.
“Kemarin kita kan bisa 100 ribu kasus,adi waktu kemarin Omicron hanya 20 ribu dan XBB 5 ribu. Harusnya kapasitas masih ada,” ujarnya.
Namun untuk Jakarta puncak diperkirakan lebih cepat. Di awal Desember atau akhir November ini.
"Karena jumlah tesnya," tutur dia.
Meski demikian, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker di dalam ruangan dan segera melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga.
“Kalau boleh titip pesan, untuk mengurangi transmisi pakai masker itu paling ampuh, terutama di dalam ruangan. Tapi untuk hospitalisasi, memang dengan booster. Jadi keduanya harus kombinasi,” tandasnya.
