Menkes: RI Akan Beli 10 Ribu Vaksin Cacar Monyet, Sebagian Didonasikan ke Afrika

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan TA 2025 di Jakarta, Jumat (16/8/2024).  Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan TA 2025 di Jakarta, Jumat (16/8/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Indonesia berencana mengirim bantuan berupa alat pendeteksi atau Polymerase Chain Reaction (PCR) cacar monyet (mpox virus) ke negara di Afrika. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, PCR tersebut merupakan buatan dalam negeri.

"Alat PCR ini adalah buatan dalam negeri Indonesia dan kita sudah mampu (memproduksi PCR) waktu Covid. Terima kasih peneliti-peneliti kita bisa membuat alat deteksi patogen atau penyakit yang bagus dan itu kita nanti bisa donasikan ke Afrika," katanya usai peresmian RS Ibu dan Anak Prof IGNG Ngoerah di Denpasar, Senin (2/9).

Gala Dinner Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024). Foto: Dok: Istimewa

Budi mengatakan, bantuan ini merupakan salah satu komitmen Indonesia menjaga hubungan dengan negara-negara di Afrika. Dia tak merinci negara mana di Afrika yang akan mendapatkan donasi ini.

Selain itu, Indonesia juga akan mengirimkan sekitar 5.000 dosis vaksin cacar monyet ke negara tersebut. Vaksin itu merupakan bagian dari pembelian 10 ribu dosis vaksin cacar monyet dari Jepang.

"Sedangkan vaksinnya kita rencana membeli dari Jepang, sebagian kita pakai untuk Indonesia sebagian kita donasikan ke Afrika. Vaksin sepuluh ribu, mungkin antara lima ribu lebih kita donasikan ke Afrika," katanya.

Ilustrasi Positif Cacar Monyet. Foto: Dado Ruvic / REUTERS

WHO Naikkan Status

Pada 14 Agustus 2024, WHO menaikkan status penyebaran virus cacar monyet (monkey pox atau mpox) menjadi Kedaruratan Kesehatan Global (PHEIC). Ini karena terjadi peningkatan kasus yang signifikan akibat menyebarnya varian baru 1b di sejumlah negara.

Berdasarkan data Kemenkes, di tahun 2024 tercatat ada 14 kasus yang terkonfirmasi positif cacar monyet di Indonesia. Kasus-kasus tersebut berada di wilayah Jawa dan Kepulauan Riau. Dari semua kasus yang terkonfirmasi, 100% dinyatakan sembuh, dan semuanya mengidap mpox varian 2b.

Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani menghadiri acara gala dinner kepala negara dan delegasi Indonesia-Africa Forum (IAF), Minggu (1/9/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Budi Gunadi memastikan, saat ini obat dan vaksin cacar monyet sudah tersedia di sejumlah rumah sakit di Indonesia. Kendati untuk vaksin hanya diberikan kepada orang yang berisiko tinggi karena harganya cukup mahal, mencapai Rp 3,5 juta per dosis vaksin.

Budi juga memastikan Indonesia memiliki fasilitas lab yang mumpuni untuk meneliti genome sequencing dari mpox, termasuk fasilitas PCR-nya.

Virus mpox sendiri ditularkan melalui kontak fisik, mirip penularan virus HIV dan AIDS. Dengan kata lain, penularan cacar monyet lebih mungkin terjadi di kelompok-kelompok tertentu.

Lantas kenapa mpox bisa menginfeksi anak-anak di Afika? Menurut Budi, ini karena anak-anak di Afrika punya kebiasaan sharing baju, handuk, selimut hingga tempat tidur.

“Jadi kalau orang tuanya kena, anak-anaknya juga kena, karena cairannya juga akhirnya kena ke anaknya. Itu sebabnya kenapa anak-anak di Afrika banyak terteluar,” kata Budi Gunadi dalam rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (27/8).