Menkes: RI Harus Vaksinasi Corona 2-3 Juta Orang Per Hari untuk Semester II 2021

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan program vaksinasi corona untuk semester 2 tahun 2021 akan lebih berat. Sebab, jatah vaksin terbesar baru akan tersedia di jangka waktu tersebut.
Budi menyebut, saat ini, Indonesia diperkirakan baru dapat memvaksinasi 20-25 persen penduduk. Dari total 90 juta dosis vaksin [corona] yang dimiliki Indonesia sekarang, hanya sekitar 45 juta penduduk yang baru bisa disuntik (1 orang menerima dua dosis).
"Jadi kalau ada yang bilang, 'wah, kita butuh suntikan 363 juta suntik, dibagi 365 hari, [berarti] 1 juta sehari. Saya bilang secara statistik begitu, tapi kadang-kadang kalau kita lihat statistik, kita bisa salah lihat juga. Kenapa? Karena semester pertama itu hanya 20-25%, karena berapa pun kita bisa, vaksinnya enggak ada, yang berat adalah di semester kedua," ujar Budi dalam acara peresmian pos pelayanan vaksinasi, Rabu (3/3).
"Kita beruntung, kita sudah bisa, cuma memang baru sekitar 90 juta dosis vaksin atau 45 juta orang yang bisa divaksinasi sampai dengan bulan Juni, karena vaksinnya baru datang banyaknya di bulan Juli ke belakang," sambungnya.
Dengan banyaknya jumlah penduduk yang harus disuntik, Budi memperkirakan pemerintah harus mengatur ulang targetnya. Dari yang sebelumnya satu juta vaksin per hari, kata dia, target harus dinaikkan hingga 2-3 juta per hari.
"Nah, itu akan ada jadi 181 juta, kurang 45 juta, ada 140 juta (penduduk) yang harus disuntik dalam 6 bulan, 140 juta dalam enam bulan. Beda dengan yang enam bulan pertama cuma 45 juta. Itu akan masalah, karena hitung-hitungan saya butuh dua sampai tiga juta per day," ucap Budi.
Agar target dapat terpenuhi di akhir tahun 2021, peningkatan jumlah vaksin tiap harinya terus diupayakan. Sehingga, dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi di semester kedua 2021, vaksinator tidak begitu terbebani dengan jumlah besar penduduk yang harus divaksin.
"Untuk bisa melakukan eksekusi dua sampai tiga juta per day, kita latihannya mesti dari sekarang. Kita mulai 10.000, diejekin oleh seluruh dunia, bilang Indonesia 10.000 [suntikan], 10 tahun baru selesai. Kemarin kita tembus 100.000, diejekin mungkin 5 tahun, kemarin 200.000," kata Budi.
"Orang tanya sebaiknya kita enggak usah cepat-cepat juga, kalau kita (target) satu juta per day-nya dilakukan di bulan Januari, 3 hari selesai yang 3 juta itu, karena itu jatahnya kita dalam dua bulan enggak punya vaksinasi," tutupnya.
