Menkes Sebut Hanya 20 Persen Warga DKI Sehat, Sisanya Darah Tinggi dan Gula

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta, pada Senin (10/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta, pada Senin (10/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis di DKI Jakarta yang menunjukkan hanya 20 persen warga dalam kondisi sehat.

Sisanya terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tidak normal.

“Yang normal, yang sehat cuma 20 persen. Yang lainnya darah tinggi sama gula,” ujar Budi dalam sambutannya saat peluncuran Pasukan Putih di Rusunawa Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu (14/5).

Ia menyebut temuan itu mengkhawatirkan karena kondisi seperti hipertensi dan kadar gula tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Penyakit-penyakit tersebut umumnya baru terasa dampaknya lima hingga sepuluh tahun kemudian, namun sebenarnya dapat dicegah dengan deteksi dini.

“Orang-orang suka bilang, saya nggak apa-apa. Darah tinggi, gula masih sehat. Bapak, Ibu, lima tahun lagi pasti kena stroke,” katanya.

Budi menjelaskan, lima indikator utama yang perlu diperiksa secara rutin untuk mencegah penyakit serius adalah tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, dan ukuran lingkar perut. Pemerintah menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis melalui puskesmas.

“Kalau tekanan darah di atas 120/80, langsung cek ke Puskesmas. Gula darah di atas 200, juga harus segera dicek. Obatnya gratis. Jangan didiemin,” tegasnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan wartawan usai MoU Signing Ceremony Parthera dan Pathgen di Jakarta, Senin (12/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Menurut Budi, menjaga masyarakat tetap sehat jauh lebih murah dan berdampak besar terhadap kualitas hidup. Ia bahkan berharap masyarakat dapat hidup sehat hingga usia 99 tahun tanpa harus menderita di masa tua.

“Kalau bisa kita hidup bahagia, Tuhan panggil, besoknya wafat di usia 99 tahun. Nggak usah menderita, cuci darah, nggak bisa jalan ke mana-mana. Itu idealnya,” ujarnya.

Peluncuran Pasukan Putih merupakan bagian dari program promotif dan preventif Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga kesehatan warga. Pasukan ini akan melakukan edukasi dan pemantauan kesehatan proaktif, terutama kepada kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.

Pasukan Putih bertugas mendatangi warga, memberikan edukasi, serta membantu pendampingan pengobatan. Program kesehatan ini diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain dalam menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya menyembuhkan setelah sakit, tetapi mencegah sejak awal.