Menkes Sebut RI Masih Kekurangan Dokter: Banyak Puskesmas Tak Ada Dokternya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat Kerja Komisi IX DPR RI Bersama Menteri Kesehatan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dan Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Rapat Kerja Komisi IX DPR RI Bersama Menteri Kesehatan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dan Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan Indonesia masih kekurangan dokter. Kondisi tersebut menyebabkan beban kerja tenaga medis sangat tinggi dan berdampak pada layanan kesehatan di berbagai daerah.

Hal tersebut Budi sampaikan saat rapat kerja bersama Komisi IX di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan komponen penting dalam transformasi kesehatan nasional. Namun, pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan strategis yang harus diselesaikan untuk memastikan kualitas SDM kesehatan di Indonesia.

Menurutnya, salah satu masalah utama yang saat ini terjadi adalah tingginya beban kerja dokter akibat jumlah tenaga medis yang belum mencukupi kebutuhan di lapangan.

Ilustrasi Dokter. Foto: Volha_R/Shutterstock

“Masalah pertama yang kita lihat adalah beban dari dokter itu banyak sekali. Jadi kita sering sekali dengar, internship itu dipekerjakan pengganti dokter yang ada BPJS, RSUD, sampai pagi-pagi, subuh-subuh,” kata Budi.

Ia menambahkan, banyak dokter harus bekerja hingga larut malam karena keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang tersedia. Kondisi tersebut terutama dirasakan di daerah-daerah yang masih kekurangan dokter.

"Beban dari dokter-dokter kerjanya sampai malam-malam. Corenya, masalah itu adalah masalah yang dihadapi di lapangan. Banyak sekali puskesmas yang tidak ada dokternya," ujarnya.

Budi mencontohkan kondisi di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang hingga kini belum memiliki dokter spesialis. Bahkan, sejumlah puskesmas di daerah tersebut juga belum memiliki dokter maupun dokter gigi.

"Kemarin kita kedatangan Bupati Mamberamo Raya, tidak ada satu pun dokter spesialis di sana. Dokter giginya nol. Puskesmasnya mungkin ada dari 17, 12 gak punya dokter," jelas Budi.

Ia menilai akar persoalan tersebut adalah masih kurangnya jumlah dokter secara nasional. Akibatnya, beban kerja dokter menjadi sangat tinggi.

"Jadi masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali," katanya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menilai peningkatan jumlah dokter menjadi salah satu langkah fundamental untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, sekaligus memastikan masyarakat di seluruh daerah memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai.