Menkes Sediakan Alat Laparoskopi di 38 Provinsi: Dokter Bedah Gak Akan Demo Lagi
·waktu baca 2 menit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan menyiapkan penyediaan alat laparoskopi di seluruh provinsi di Indonesia. Laparoskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa dan mengobati kondisi di dalam rongga perut atau panggul.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Grand Launching The First Da Vinci Xi di Indonesia oleh Siloam Hospitals di The Ritz Carlton Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Budi menuturkan, laparoskopi rencananya akan hadir di sekitar 514 kabupaten/kota. Pengadaan ini, kata dia, juga dibarengi dengan kesiapan dokter bedah umum dengan kompetensi bedah digestif.
Laparoskopi sendiri digunakan dalam prosedur bedah digestif dengan sayatan kecil dan bantuan kamera khusus.
“Saya sudah bilang ke pabrik, ke kolegium bedah, yuk kita turunkan dengan cepat kompetensi laparoskopi, karena alatnya akan kita bagi in the next 2-3 years selesai. Semuanya akan punya alat laparoskopi,” tutur Budi.
“Kenapa saya mau bikin ini available? Karena itu akan memperbaiki kualitas layanan bedah ke pasien. Saya selalu mulainya dari pasien, saya tidak mau kavling-kavling ini punya siapa (swasta atau negeri),” imbuh dia.
Selain laparoskopi, Budi juga ingin mempercepat pengadaan robot operasi otomatis di seluruh provinsi. Ini menurutnya butuh kerja sama yang baik antara pemerintah dengan swasta.
“Jadi sebelum saya turun jadi Menteri, harusnya dokter bedah enggak akan ikut demo. Kenapa? Kalau saya stay, this machine will be available in 38 provinces,” kata Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi mengapresiasi langkah Siloam Hospitals dengan robot bedah Da Vinci Xi yang pertama di Indonesia. Ia berharap, teknologi ini tak hanya berlaku di Jakarta, melainkan juga di wilayah lainnya agar semakin banyak orang yang terus berobat di dalam negeri.
