Menkes: Tahun Ini Kita Akan Geser dari Pandemi ke Endemi COVID-19

8 Februari 2023 11:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI. Budi memaparkan, tahun ini Indonesia akan menuju status endemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Tahun ini adalah tahun kita akan geser dari pandemi menjadi endemi. Kita sudah punya framework-nya," kata Budi di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (8/2).
Indonesia juga sudah berkomunikasi dengan WHO terkait perubahan status ini. Menurut Budi, WHO akan meninjau ulang atau me-review kondisi negara-negara di dunia, bagaimana dampak COVID-19 terhadap rumah sakit dan kasus kematian di sana.
"Masuk rumah sakit, ICU, dan wafat sudah sama dengan penyakit menular lain, artinya itu masuk kategori infeksi biasa. Itu akan menjadi pertimbangan utama mereka (WHO) untuk mencabut status public health emergency of international concern atau dalam bahasa awamnya status pandemi dunia," ucap Budi.
Budi yakin, status endemi bisa dicapai karena berdasarkan hasil survei serologi terakhir yakni periode Januari 2023, 99 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Kemenkes juga tetap akan mengontrol laju penularan COVID-19 dengan percepatan vaksinasi booster dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan. Jangan sampai kendor dan terjadi peningkatan kasus.
"Kita sudah melihat pandemi ini terkendali, sebagai Kemenkes kita lebih di sisi remnya. Masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, kalau merasa sehat tidak pakai masker nggak papa, kalau sakit ya pakai masker," kata sarjana fisika nuklir ITB ini.
"Kesadaran pribadi kita kembalikan ke masyarakat. Vaksinasi untuk booster kita siapkan," imbuhnya.
Sebelumnya, Budi berharap WHO mencabut status pandemi pada 17 Agustus 2023 bertepatan dengan HUT RI. Meski demikian, keputusan untuk mencabut status pandemi Budi serahkan ke WHO.
Di masa transisi pasca-PPKM dicabut, Budi mengatakan Kemenkes mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi pandemi COVID-19. Budi pun mengungkapkan sejumlah rencana pemerintah yang akan dilakukan di masa transisi.
ADVERTISEMENT
"Pelan-pelan akan kita cabut itu intervensi. PPKM sudah, nanti tes (COVID-19) kita mau cabut, bisa tesnya mandiri kita banyakin di apotek-apotek. Kemudian surveilans yang tadinya tiap hari kita ubah tiap minggu. Bertahap, ya," ungkapnya.
Sementara sero survei tetap akan rutin dilakukan sembari memproduksi obat dalam negeri.
"[Ada yang minta] 'Pak, hentiin pandemi'. Ini pandemi bukan haknya Pak Budi Sadikin atau Pak Airlangga Hartarto. Karena pandemi ini terjadinya global. Enggak bisa Indonesia berhenti pandemi. Bisa diketawain 192 negara," jelas Budi.